Home Finance Belajar dari Batu Bara, Bahlil Siapkan Strategi Potong RKAB Nikel
Finance

Belajar dari Batu Bara, Bahlil Siapkan Strategi Potong RKAB Nikel

Share
Belajar dari Batu Bara, Bahlil Siapkan Strategi Potong RKAB Nikel
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan strategi pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027.

Alasannya, untuk mengendalikan keseimbangan pasokan dan permintaan nikel di pasar global. Kebijakan tersebut diadopsi dari keberhasilan pengendalian pasokan batu bara yang mampu mendongkrak harga batu bara hingga US$ 154 per ton untuk kalori 6.333.

Bahlil pun meminta Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara untuk segera menerapkan skema pemangkasan RKAB nikel tersebut. Bahlil menegaskan dirinya siap bertanggung jawab penuh atas keputusan penataan pasokan nikel meskipun berpotensi memicu protes dari para pelaku usaha.

“Jadi Pak Dirjen, menurut saya, strategi untuk mengendalikan supply and demand lewat RKAB untuk di nikel, lakukan. Saya yang tanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara. Enggak usah ragu-ragu. Pasti banyak yang protes, saya tahu,” ungkap Bahlil dalam acara Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026, di Jiexpo, Senin (2/11/2026).

Langkah pemangkasan RKAB nikel itu dipicu oleh terjadinya kelebihan pasokan (oversupply) nikel hampir 800.000 ton dari total kebutuhan dunia sebesar 3,5 juta ton per tahun. Lonjakan produksi nikel yang berlebihan di dalam negeri telah menekan harga komoditas global hingga meluncur ke bawah level US$ 16.000. Per 2 November 2026, harga nikel terpantau berada di level US$ 15.400-an per ton.

“Nah, terkait dengan nikel, Bapak Ibu semua, harga nikel sekarang sudah di bawah di bawah harga US$ 16.000, US$ 15.800. Kenapa terjadi harga yang menurun? Karena produksi kita jor-joran. Total kebutuhan kita hanya 3,5 juta per tahun di dunia. Sekarang terjadi oversupply hampir 800.000 ton. Bagaimana mungkin bisa harganya bagus?” tuturnya.

Skema yang dikaji untuk diterapkan di sektor nikel itu berkaca dari keberhasilan kebijakan pengawasan RKAB pada sektor batu bara yang diterapkan tahun ini. Pada 2025, kontribusi batu bara Indonesia mencapai 540 juta ton atau setara 43% dari total perdagangan batu bara dunia sebesar 1,3 miliar ton. Namun, harganya sempat jatuh akibat produksi nasional yang tidak terkontrol.

“Saya katakan kalau begitu, daripada harga diatur oleh asing, barang-barang kita 540 juta itu sama dengan 43% suplai batu bara dunia dari Indonesia, saya bilang kalau begitu kita jaga di antara supply and demand, potong RKAB. Apa yang terjadi, Bapak Ibu semua? Hari ini harga batubara bisa mencapai US$ 154 untuk kalori 6.333. Ini strategi,” paparnya.

Keberhasilan pemotongan kuota RKAB batu bara tercatat mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pertambangan dari kisaran Rp 130 triliun hingga Rp 135 triliun pada 2025 menjadi Rp 141 triliun per 1 Oktober 2026, dan ditargetkan bisa menembus Rp 160 triliun hingga Rp 165 triliun pada akhir 2026.

Pemerintah optimistis pemangkasan RKAB nikel juga akan memberikan dampak positif serupa bagi penerimaan negara.

“Ini strategi karena kita jaga supply and demand. Pendapatan negara kita melonjak, produksi turun. Jadi produksinya terkoreksi menurun, tapi pendapatannya naik. Ini baru paten enggak jual murah barang kita,” tandasnya.

(wia)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *