
Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dengan tujuh negara mitra mencapai US$52,6 miliar sepanjang Januari-September 2026. Nilai tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan total transaksi sepanjang 2025 yang sebesar US$25,7 miliar.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, BI akan terus memperkuat implementasi LCT sebagai salah satu upaya mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara.
“BI akan terus memperkuat implementasi dari Local Currency Transaction, di mana saat ini sudah diimplementasikan kepada tujuh negara mitra,” ujar Destry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III-2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Adapun tujuh negara mitra yang telah menerapkan kerja sama LCT dengan Indonesia adalah Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura.
Destry mengungkapkan, perkembangan transaksi LCT menunjukkan tren positif. Hingga September 2026, nilai transaksi telah mencapai US$52,6 miliar atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi sepanjang tahun lalu. Sebagai perbandingan, total transaksi LCT sepanjang 2025 tercatat sebesar US$25,7 miliar.
Peningkatan transaksi tersebut menunjukkan semakin berkembangnya penggunaan mata uang lokal dalam aktivitas perdagangan dan investasi lintas negara dengan mitra Indonesia.
Adapun, melalui penguatan LCT, BI terus mendorong diversifikasi penggunaan mata uang dalam transaksi internasional sekaligus memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
(haa/haa)
Leave a comment