Jakarta, CNBC Indonesia – PT Hutama Karya (Persero) untuk menghadirkan inovasi konstruksi digital yang mereplikasi kondisi aktual proyek secara lebih akurat. Cara kerja itu diakui Bentley Systems lewat Founders’ Honors kategori Constructioneering. Penghargaan diumumkan pada awal Oktober 2026 dalam Year in Infrastructure (YII) Awards di Singapura.
inovasi konstruksi digital dari PT Hutama Karya (Persero) diakui Bentley Systems lewat Founders’ Honors kategori Constructioneering. Penghargaan diumumkan pada awal Oktober 2026 dalam Year in Infrastructure (YII) Awards di Singapura.
Founders’ Honors berbeda dari penghargaan kategori dalam ajang yang sama. Pemenang kategori ditentukan oleh panel juri independen.
Founders’ Honors dipilih langsung oleh para pendiri dan eksekutif Bentley Systems. Tahun ini, pengakuan tersebut diberikan kepada 16 proyek dan Hutama Karya menjadi satu-satunya penerima asal Indonesia.
YII Awards 2026 menerima lebih dari 300 nominasi proyek dari 53 negara. Chief Marketing Officer Bentley Systems, Cate Lochead, menilai para finalis tahun ini tidak berhenti pada digitalisasi alur kerja lama.
Menurut dia, mereka menghubungkan data lintas tahap proyek dan lintas disiplin rekayasa. Dari situ, kecerdasan buatan dipakai untuk membuka potensi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Sementara itu, inovasi Hutama Karya berangkat dari persoalan lapangan. Pembangunan Kompleks Parlemen Nusantara berlangsung di kawasan seluas 42 hektare.
![]()
|
Pekerjaan tanah di sana berjalan dinamis sehingga topografi terus berubah. Perubahan itu berdampak pada mobilisasi alat berat, pengaturan jalur akses, dan penempatan material di berbagai zona kerja.
Metode perencanaan konvensional sulit mengikuti ritme tersebut. Validasi kondisi lapangan membutuhkan waktu, sementara lahannya terus bergerak.
Rencana mobilisasi berisiko tidak lagi sesuai dengan kondisi terkini. Di kawasan seluas itu, rute yang kurang tepat menambah jarak, waktu, dan bahan bakar.
Perwakilan Hutama Karya dari Divisi Infrastruktur II bersama Divisi Engineering, Riset, dan Teknologi Informasi (ERTI) kemudian menyusun jawabannya. Inovasi itu diberi tajuk “Smart Construction Logistics through Integrated BIM, AI, and 4D Simulation to Improve Efficiency & Sustainability” yang dimaksudkan memadukan tiga teknologi dalam satu alur kerja.
Pertama, kembaran digital (digital twin) merekam kondisi aktual lapangan melalui Bentley iTwin Capture. Kedua, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mengevaluasi alternatif jalur alat berat dan lokasi penempatan material.
Ketiga, simulasi konstruksi 4D melalui SYNCHRO 4D menautkan tahapan pekerjaan dengan jadwal proyek. Dengan cara ini, tim dapat menguji beberapa skenario sebelum alat berat bergerak.
Untuk hasil yang terukur, waktu yang dibutuhkan validasi kondisi lapangan berkurang hingga 83%, yang secara efektif mempercepat proses perencanaan mobilisasi alat berat dan jalur logistik. Selain itu, jarak tempuh mobilisasi alat berat turun hingga 38,5%.
Rute yang lebih pendek ini dapat menekan konsumsi bahan bakar sekaligus jejak karbon (carbon footprint) dari aktivitas alat berat.
Capaian ini relevan di luar batas satu proyek. Kompleks Parlemen Nusantara merupakan bagian dari proyek infrastruktur nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Efisiensi di lapangan berarti sumber daya proyek terpakai lebih tepat. Emisi yang lebih rendah juga menjawab tuntutan baru dalam pembiayaan dan penilaian pemangku kepentingan. Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini ikut menentukan reputasi BUMN Infrastruktur.
Pada kesempatan terpisah, Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa inovasi tersebut sejalan dengan visi Hutama Karya, Leading Sustainable Construction Enterprise and Infrastructure Developer. Visi itu menempatkan keberlanjutan dalam cara perusahaan bekerja sehari-hari.
Penerapannya di Kompleks Parlemen Nusantara menunjukkan bagaimana komitmen pembangunan berkelanjutan diterjemahkan menjadi keputusan teknis di lapangan.
Dia menegaskan bahwa transformasi digital perusahaan diarahkan untuk menjawab persoalan nyata proyek, dan penghargaan ini merupakan hasil kerja tim lapangan serta tim engineering yang menjalankannya.
“Teknologi kami pilih karena manfaatnya dapat diukur, baik pada waktu, jarak tempuh, maupun emisi,” ujarnya dikutip Kamis (5/11/2026).
“Pengakuan dari Bentley Systems menegaskan bahwa inovasi konstruksi dapat lahir dari persoalan sehari-hari di lapangan. Pengalaman di Kompleks Parlemen Nusantara menjadi bekal bagi Hutama Karya. Perusahaan terus mendorong cara kerja yang lebih efisien dan rendah emisi pada proyek infrastruktur nasional yang dikerjakannya,” pungkas dia.
(rah/rah)

Leave a comment