
Jakarta, CNBC Indonesia – Hyrox semakin dekat untuk mewujudkan ambisinya agar dapat diikutsertakan dalam Olimpiade dan Paralimpiade setelah menjalin kemitraan dengan World Triathlon.
Melalui kesepakatan ini, ‘balap hibrida’ (hybrid racing) akan menjadi disiplin yang diakui di bawah naungan World Triathlon, badan pengatur olahraga tersebut di tingkat global.
Hyrox tren kebugaran yang memadukan lari dengan berbagai pos latihan akan dipertandingkan dalam tiga format, yakni ultimate, fast dan ultra yang semuanya disahkan serta diatur oleh World Triathlon.
Dalam sebuah pernyataan, World Triathlon dan Hyrox menyebutkan bahwa mendapatkan status Olimpiade dan Paralimpiade untuk disiplin ini merupakan ambisi utama mereka.
Presiden World Triathlon, Antonio Arimany, menyatakan bahwa balap hibrida merupakan evolusi alami bagi gerakan kami.
“Kemitraan ini tidak hanya akan mempercepat pertumbuhan World Triathlon di panggung global, tetapi juga membuka peluang baru yang nyata bagi setiap federasi nasional kami untuk meningkatkan partisipasi, menjangkau audiens baru, serta memperkuat olahraga kami di semua tingkatan. Ini adalah jenis kolaborasi berorientasi masa depan yang memang layak didapatkan oleh para anggota Hyrox,” kata Arimany seperti dikutip BBC Indonesia.
Salah satu pendiri Hyrox, Christian Toetzke, mengatakan bahwa sejak awal tujuan mereka membangun Hyrox adalah untuk membangun olahraga global yang mampu meraih tempat di panggung atletik terbesar di dunia.
“Sejak awal, tujuan kami adalah membangun olahraga global yang mampu meraih tempat di panggung atletik terbesar di dunia. Bermitra dengan World Triathlon merupakan langkah monumental menuju visi tersebut, Balap hibrida kini bukan sekadar gerakan kebugaran global, melainkan secara resmi telah menapaki jalan menuju Olimpiade,” ungkap Toetzke.
Sementara itu, salah satu pendiri Hyrox, Christian Toetzke, mengatakan bahwa sejak awal pihaknya memiliki ambisi untuk membangun olahraga berskala global yang mampu tampil di panggung olahraga terbesar dunia.
Menurutnya, kemitraan dengan World Triathlon menjadi langkah besar untuk mewujudkan visi tersebut. Ia juga menegaskan bahwa balap hibrida kini bukan lagi sekadar tren kebugaran global, melainkan telah resmi menapaki jalan menuju Olimpiade.
Namun, kerja sama tersebut mendapat respons beragam dari kalangan atlet triatlon. Juara Olimpiade cabang triatlon asal Inggris, Alex Yee, menanggapi kabar tersebut dengan mengadakan jajak pendapat kepada 227.000 pengikutnya. Dalam beberapa jam, hasil jajak pendapat menunjukkan sebanyak 82 persen responden menyatakan tidak setuju dengan langkah tersebut.
Kritik juga disampaikan atlet triatlon Inggris, Max Stapley, melalui kolom komentar pada unggahan pengumuman bersama di Instagram. Ia secara singkat menyebut keputusan tersebut sebagai “omong kosong”.
Sementara itu, atlet triatlon Olimpiade asal Polandia, Roksana Slupek, menilai Hyrox dan triatlon merupakan dua olahraga yang sama sekali tidak memiliki kesamaan. Ia juga mempertanyakan keuntungan yang bisa diperoleh cabang olahraga triatlon dari kemitraan tersebut.
Hyrox didirikan pada 2017 sebagai olahraga kebugaran dalam ruangan yang menggabungkan lari dengan berbagai latihan fisik. Dalam kompetisinya, atlet harus menyelesaikan delapan tahapan, yang masing-masing diawali dengan lari sejauh satu kilometer dan dilanjutkan dengan satu jenis latihan kebugaran.
Delapan latihan tersebut meliputi penggunaan mesin ski statis (SkiErg) sejauh 1 kilometer, mendorong kereta beban (sled push) sejauh 50 meter, menarik kereta beban (sled pull) sejauh 50 meter, burpee jump sejauh 80 meter, mendayung sejauh 1 kilometer, membawa kettlebell sejauh 200 meter, melakukan lunges sejauh 100 meter sambil membawa kantong pasir (sandbag), serta melempar dan menangkap bola beban (medicine ball) ke dinding sebanyak 100 kali.
Kejuaraan dunia Hyrox digelar setiap tahun dengan dua kategori perlombaan, yakni perorangan dan berpasangan. Berdasarkan kesepakatan dengan World Triathlon, Hyrox tetap akan mengelola kejuaraan dunia, kontinental, dan nasional bagi atlet elite dalam format ultimate, yang mengusung konsep serupa dengan kompetisi Hyrox saat ini.
Selain itu, disiplin baru balap hibrida (hybrid racing) akan mencakup dua format tambahan, yaitu fast dan ultra. Kedua format tersebut dirancang untuk menghadirkan intensitas lebih tinggi serta variasi tantangan yang lebih luas bagi para atlet.
Meski demikian, tidak semua cabang olahraga dapat langsung masuk dalam program Olimpiade dan Paralimpiade. Hanya olahraga yang berada di bawah naungan federasi internasional yang diakui serta memenuhi ketentuan Piagam Olimpiade, Kode Anti-Doping Dunia, dan Kode Gerakan Olimpiade tentang Pencegahan Manipulasi Kompetisi yang memenuhi syarat untuk dipertandingkan. Ketentuan tersebut saat ini telah dipenuhi oleh cabang olahraga triatlon.
(hsy/hsy)
Leave a comment