
Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Sultan Bachtiar Najamudin mengungkap gagasan green democracy yang diusung DPD RI. Menurut dia gagasan green democracy yang diusung DPD RI menghadirkan ‘harapan’ dan ‘menyeimbangkan’ pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
“Gagasan green democracy yang kami usung berangkat dari keyakinan bahwa demokrasi harus menghadirkan keseimbangan. Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan, pertumbuhan hari ini tidak boleh mewariskan utang ekologis, dan keputusan politik tidak boleh menjauh dari keadilan sosial,” ujar Sultan dikutip dari keterangannya.
“Inilah semangat hope and balance. Menjaga harapan masyarakat sekaligus menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, penyelenggaraan politik yang beretika dan sejuk dan kelestarian ekologis. Semangat ini kami terjemahkan dalam kerja-kerja politik kelembagaan DPD RI sesuai kapasitas yang kami miliki,” ucap dia.
Diketahui gagasan tersebut disampaikan dalam episode pertama forum Senator Menyapa 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (5/11). Forum Senator Menyapa dengan tema “Dua Dasawarsa DPD RI Mengawal Daerah” merupakan program kerja sama DPD RI dan CNN Indonesia.
Senator Menyapa menjadi momentum mengevaluasi perjalanan 22 tahun DPD RI sekaligus membahas tantangan dan peluang pembangunan daerah.
Diskusi menghadirkan Ketua DPD RI Sultan Najamudin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta pakar otonomi daerah Prof. Djohermansyah Djohan. Diskusi diharapkan tidak berhenti pada paparan capaian, tetapi juga menguji mekanisme tindak lanjut, hambatan kelembagaan, ukuran keberhasilan, serta agenda perbaikan ke depan.
Lebih lanjut, forum ini akan menelaah perjalanan 22 tahun DPD RI sekaligus menempatkan tindak lanjut hasil kerja sebagai fokus utama. Episode pertama Senator Menyapa 2026 dapat disaksikan melalui CNN Indonesia TV, YouTube CNN Indonesia, dan live streaming di CNNIndonesia.com pada Kamis, 5 November 2026, mulai pukul 19.00 WIB.
(rah/rah)
Leave a comment