
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan pada perdagangan Kamis (5/11/2026).
Kenaikan ini ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil US Treasury setelah penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi. Investor juga menanti data tenaga kerja AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (5/11/2026) ditutup di posisi US$ 4087,34 per troy ons. Harganya menguat 0,68%.
Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 21 Oktober 2026 atau dua pekan lebih.
Kenaikan ini memperpanjang reli emas dengan menguat 4,05% dalam dua hari beruntun.
Harga emas masih menguat sangat tipis pada hari ini.
Pada Jumat (6/11/2026) pukul 06.38 WIB, harga emas menguat 0,004% ke US$ 4087,49 per troy ons.
Kenaikan emas ditopang melemahnya indeks dolar AS (DXY) ke level terendah sejak 30 September. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga berada di sekitar level terendah dalam hampir dua bulan.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan ekspektasi kenaikan suku bunga belum sepenuhnya hilang. Namun, pelemahan harga energi memunculkan harapan bahwa tekanan inflasi akan mereda sehingga kebutuhan The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut berpotensi berkurang.
“Belum berarti ekspektasi kenaikan suku bunga benar-benar menghilang. Dengan melemahnya harga energi, ada harapan kekhawatiran inflasi akan mereda dan kebutuhan untuk menaikkan suku bunga ke depan menjadi lebih kecil,” ujar Meger, dikutip dari Refinitiv.
Sementara itu, pedagang logam independen Tai Wong menilai harga emas rentan terkoreksi jika data tenaga kerja AS lebih kuat dari perkiraan. Hasil tersebut berpotensi semakin mengonfirmasi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Desember.
“Data ketenagakerjaan belakangan ini sangat fluktuatif. Harga emas bisa rentan jika hasilnya lebih kuat dari perkiraan, yang kemungkinan akan mengonfirmasi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember yang sudah cukup tinggi,” kata Wong.
Sementara itu, bank sentral Polandia telah mencapai target cadangan emas sebesar 700 ton metrik yang sebelumnya ditetapkan. Meski demikian, bank sentral tersebut masih membuka peluang untuk menambah kepemilikan emasnya.
Leave a comment