
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Ternyata ada sederet kesalahan yang sering dilakukan seseorang saat berwudhu. Kesalahan itu mungkin tampak sepele, sehingga sering terulang tanpa disadari.
Padahal, dalam salat, bila wudhu yang dilakukan sebelumnya tidak benar dan sempurna, maka salat yang dilakukannya pun tidak diterima. Artinya, wudhu bukan sekadar membasuh anggota badan.
Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, “Tidak diterima salat salah satu seorang dari kalian apabila ia berhadats, hingga ia berwudhu” (HR. Bukhari dan Muslim), demikian melansir detikhikmah, Sabtu (7/11/2026).
Lantas, kesalahan seperti apa yang sering dilakukan seorang Muslim saat berwudhu?
1. Was-was saat Berwudhu
Rasa was-was saat berwudhu bisa menyebabkan seseorang mengulangi gerakan wudhu melebihi jumlah yang disunnahkan.
Sebagaimana hadits dari Tsabit RA, “Nabi SAW berwudhu tiga kali-tiga kali. Maka yang wajib atas seorang muslim adalah membuang semua was-was dan keragu-raguan (yang muncul) setelah selesainya wudhu dan jangan dia menambah lebih dari tiga kali cucian untuk menolak was-was yang merupakan salah satu dari tipuan setan.” (HR. Bukhari)
2. Boros Air
Ini ada kaitannya dengan rasa was-was itu. Cemas atua merasa takut anggota tubuh tidak terbasuh semua oleh air, lalu menggunakan air dalam jumlah banyak. Padahal Allah SWT melarang hamba-Nya berlebihan dalam urusan agama di luar syariat. Firman-Nya QS. Al-Maidah ayat 77:
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوْٓا اَهْوَاۤءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوْا مِنْ قَبْلُ وَاَضَلُّوْا كَثِيْرًا وَّضَلُّوْا عَنْ سَوَاۤءِ السَّبِيْلِ ࣖ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (urusan) agamamu tanpa hak. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kaum yang benar-benar tersesat sebelum kamu dan telah menyesatkan banyak (manusia) serta mereka sendiri pun tersesat dari jalan yang lurus.”
Rasulullah SAW juga menegaskan tentang larangan berlebihan dalam menggunakan air saat berwudhu. Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian boros dalam (penggunaan) air. Walaupun kamu berada di sungai yang banyak airnya.” (HR. Ahmad)
3. Menyebut Nama Allah di dalam Toilet
Hindari berwudhu di dalam toilet akerna nama Allah SWT suci, sehingga tidak sepantasnya disebut saat berada dalam tempat yang kotor.
Nabi SAW juga mengajarkan untuk tidak menyebut nama Allah SWT di dalam toilet. Seperti yang diceritakan dari Ibnu Umar RA, “Ada seorang lelaki yang berlalu sementara Rasulullah SAW sedang kencing. Maka orang itu pun mengucapkan salam tapi Nabi tidak membalas salamnya.” (HR. Muslim)
4. Wudhu Sebelum Membasuh Kedua Telapak Tangan
Wudhu tapi belum membasuh kedua telapak tangan merupakan kesalahan yang sering dilakukan terutama saat setelah bangun tidur.
Padahal Rasulullah SAW telah mengajarkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.
“Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana hingga ia mencucinya terlebih dahulu sebanyak tiga kali. Sebab, ia tidak mengetahui dalam keadaan bagaimanakah tangannya semalam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Lalai Menyempurnakan Wudhu
Disebutkan, terburu-buru berwudhu bisa berakibat lalai dalam menyempurnakan wudhunya dan menyepelekan rukun wudhu. Ada juga sebagian orang yang takut wudhunya akan menghapus keindahan tatanan rambut atau wajahnya.
Allah SWT telah mengajarkan rukun wudhu yang benar dan sempurna dalam QS. Al-Maidah ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”
6. Tidak Menyela Jari-jari
Jumhur ulama menyebut, menyela jari-jari kedua tangan dan kaki adalah sunnah berdasarkan sabda Nabi SAW, “Sempurnakanlah wudhu dan sela-selalah di antara jari-jari.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah).
Seroang Muslim yang mengenakan cincin di jarinya juga harus melepaskan cincin itu dulu agar tidak menghalangi masuknya air.
Sebab jika air terhalang menyentuh kulit, wudhu tersebut dianggap batal.
7. Lupa Membasuh Tumit
Tumit adalah bagian penting saat berwudhu.
Dalam riwayat Abdullah bin Amr RA menjelaskan perintah Rasulullah SAW untuk membasuh tumit dengan benar.
“Kami pernah tertinggal oleh Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, lalu beliau menyusul kami dan waktu salat Asar telah tiba. Kami pun mulai berwudhu dengan tergesa-gesa sampai kami hanya mengusap kaki kami. Maka Rasulullah SAW berseru dengan suara yang keras: ‘Celakalah tumit-tumit dari api neraka!’ Beliau mengucapkannya dua atau tiga kali.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Demikianlah sederet kesalahan “sepele” yang sering terjadi dan terulang saat berwudhu, sebagaimana dikutip detikhikmah buku Cantik dan Mulus dengan Wudhu karya Rizem Aizid, buku Kesalahan-kesalahan dalam Tahajud, Dhuha, dan Hajat yang Membuatmu Sulit Kaya dan Tidak Bahagia karya Sayyid M. Dzikri, dan buku 400 Kesalahan dalam Shalat karya Mahmud Al-Mishri.
(dce/dce)
Leave a comment