
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan ancaman serangan siber yang masih berlangsung terhadap sistem pendingin yang ada di supermarket. Peretas menyasar perangkat pengatur suhu elektronik dan pengendali pendingin komersial yang terhubung ke internet, termasuk di toko ritel dan fasilitas penyimpanan dingin.
Pemerintah AS meminta seluruh organisasi yang bergantung pada fasilitas penyimpanan dingin untuk mewaspadai potensi serangan dan menganggap sistem mereka bisa menjadi sasaran peretas.
Peringatan ini muncul setelah serangkaian peretasan menyerang freezer komersial di Amerika Serikat dan Eropa. Pemerintah menyebut aktor siber berbahaya yang identitasnya belum diketahui tengah mengeksploitasi celah keamanan pada pengendali suhu dan sistem pendingin yang dapat diakses melalui internet.
“Jika berhasil dieksploitasi, para pelaku dapat mengubah suhu dan berpotensi menimbulkan dampak fisik seperti bahaya kebakaran, kehilangan inventaris, serta perubahan masa pakai sistem,” demikian pernyataan bersama yang diterbitkan FBI, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), serta departemen kesehatan, transportasi, dan pertanian AS, dikutip dari Reuters, Sabtu (7/11/2026).
Penjabat Wakil Direktur Eksekutif CISA untuk bidang keamanan siber, Chris Butera, mengatakan organisasi yang mengandalkan sistem pendingin harus mengantisipasi kemungkinan menjadi target.
“Setiap organisasi yang bergantung pada sistem pendingin dan pemantauan harus berasumsi bahwa mereka bisa menjadi target,” kata Butera.
Direktur Operasi Cabang Siber FBI, Brett Leatherman, mengatakan pemerintah AS melihat sistem tersebut menjadi sasaran di berbagai sektor infrastruktur penting dunia.
“Kami melihat sistem-sistem ini menjadi sasaran di berbagai sektor infrastruktur penting secara global,” ujarnya.
Pemerintah AS mendesak operator sistem pendingin industri memutus perangkat dari internet publik, mengisolasinya dari jaringan perusahaan, serta segera memasang pembaruan perangkat lunak.
Sedikitnya tiga kali peretasan telah menyerang lemari pendingin dan freezer komersial dalam beberapa bulan terakhir. Penyelidik Pentagon tengah menyelidiki gangguan misterius pada unit pendingin toko kelontong di pangkalan militer AS pada Agustus lalu sebagai dugaan serangan siber. Reuters pertama kali melaporkan penyelidikan tersebut pada pekan lalu.
Di Prancis, peretasan besar-besaran terhadap freezer pada bulan lalu menyebabkan kerugian hingga puluhan juta euro. Sementara itu, gelombang serangan kedua menyasar lebih dari 100 toko di berbagai wilayah Eropa.
Rangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap kemampuan peretas mengubah pengaturan perangkat pendingin dan infrastruktur penting lainnya dari jarak jauh.
(dce)
Leave a comment