Home Finance Badan Geologi Temukan Jejak Sesar Aktif di Sulteng Picu Gempa Besar
Finance

Badan Geologi Temukan Jejak Sesar Aktif di Sulteng Picu Gempa Besar

Share
Badan Geologi Temukan Jejak Sesar Aktif di Sulteng Picu Gempa Besar
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menemukan jejak sesar aktif di Sulawesi Tengah. Dalam hal ini, tim Badan Geologi menemukan sesar permukaan (fault surface rupture) di Desa Lembantongoa, Kecamatan Paolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Jejak ini terkait dengan gempa magnitudo (M) 6,7 pada 16 Juni 2026 dan menjadi kunci untuk memahami pergerakan sesar pemicu gempa.

Dalam kaitan itu, tim juga menemukan sesar permukaan di Desa Padende, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah akibat gempa sebelumnya pada 28 September 2026. Tanah yang terbelah ini digambarkan sebagai luka yang menganga. Menurut Badan Geologi, kondisi ini sangat tidak stabil dan berbahaya bagi bangunan maupun infrastruktur.

“Berbahaya bagi bangunan maupun infrastruktur jalan, pipa, kabel jika terjadi pergerakan susulan,” sebagaimana termaktub dalam akun Instagram resmi Badan Geologi, dikutip Minggu (8/11/2026).

Selanjutnya, Badan Geologi juga menemukan munculnya fenomena gas alami dari mata air yang bisa menyulut api di Kecamatan Palolo. Hal ini bisa terjadi karena retakan akibat sesar aktif bertindak seperti jalan tol yang memudahkan gas dari dalam perut bumi naik ke permukaan.

Temuan ini didapatkan setelah ahli kebumian Badan Geologi melakukan survei pemetaan sesar aktif di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan sekitarnya selama 25 hari. Tim Badan Geologi menelusuri berbagai jejak dan indikasi sesar di permukaan dan bawah permukaan untuk menghasilkan data yang lebih detail terkait sesar aktif di Indonesia.

Mereka menilai terdapat beberapa alasan yang melandasi kegiatan pemetaan sesar aktif. Misalnya untuk mengidentifikasi dan memetakan jejak sesar aktif untuk memahami kondisi suatu wilayah; menyusun peta sesar aktif skala 1:100.000 di Kota Palu dan Kabupaten Sigi; memberikan data dasar bagi kajian mitigasi bencana gempa bumi, perencanaan tata ruang, serta pengembangan wilayah; mendukung peran Badan Geologi, Kementerian ESDM sebagai wali data sesar aktif dalam Kebijakan Satu Peta; dan dapat memberikan informasi data yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna secara mudah diakses dan dipahami.

Setelah pemetaan sesar aktif dilakukan, Badan Geologi akan melakukan berbagai tindak lanjut. Pertama, uji lab terkait sampel air dan gas dari mata air yang bisa mengeluarkan api. Sehingga bisa diperoleh analisis lengkapnya. Kedua, memperbarui peta. Dalam hal ini, sedang disusun peta sesar aktif skala 1:100.000. Hal ini akan menjadi kompas penting untuk pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan. Ketiga, sosialisasi. Hasilnya bakal dibagikan ke warga supaya lebih siap dan memahami lingkungan sekitar.

“Badan Geologi terus melakukan penyelidikan dan pemetaan untuk menyediakan data sesar aktif yang dapat mendukung penataan ruang berbasis kondisi geologi serta upaya mitigasi bencana geologi,” ujarnya.

(wur/wur)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *