Home Finance Konsumsi Cabai Rawit Turun Puluhan Ribu Ton, Lidah Orang RI Berubah?
Finance

Konsumsi Cabai Rawit Turun Puluhan Ribu Ton, Lidah Orang RI Berubah?

Share
Konsumsi Cabai Rawit Turun Puluhan Ribu Ton, Lidah Orang RI Berubah?
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Produksi cabai rawit Indonesia terus bertambah pada 2025. Di saat yang sama, konsumsi rumah tangga justru bergerak ke arah sebaliknya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi cabai rawit sepanjang 2025 mencapai 1,74 juta ton, naik 11,12% atau sekitar 174,36 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebaliknya, konsumsi rumah tangga turun menjadi 556,62 ribu ton atau berkurang 5,32% atau 31,85 ribu ton dari 2024.

Produksi Naik, Konsumsi Turun

Produksi cabai rawit dalam lima tahun terakhir cenderung meningkat. Setelah sempat turun pada 2023, produksi kembali naik pada 2024 dan mencapai 1,74 juta ton pada 2025, level tertinggi sepanjang periode 2021-2025.

Sebaliknya, konsumsi rumah tangga belum kembali ke puncaknya. Setelah mencapai 610,85 ribu ton pada 2023, konsumsi turun menjadi 598,47 ribu ton pada 2024 dan kembali melemah menjadi 556,62 ribu ton pada 2025.




Produksi dan konsumsi cabai rawitProduksi dan konsumsi cabai rawit Foto: BPS

 

Meski demikian, cabai rawit masih menjadi komoditas yang dikonsumsi sebagian besar rumah tangga Indonesia. Pada 2025, tingkat partisipasi konsumsi rumah tangga tercatat sebesar 78,11%.



Jawa Masih Menjadi Sentra Produksi

Produksi cabai rawit nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Tiga provinsi dengan produksi terbesar pada 2025 adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Ketiganya menyumbang lebih dari 61% produksi nasional.

Jawa Timur menjadi produsen terbesar dengan kontribusi 34,61% atau sekitar 6,04 juta kuintal. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan kontribusi 15,26% atau 2,66 juta kuintal, disusul Jawa Barat sebesar 11,40% atau 1,99 juta kuintal.

Dominasi tersebut menunjukkan bahwa pasokan cabai rawit nasional masih sangat bergantung pada sentra produksi di Pulau Jawa.

Panen Memuncak pada April

Pola produksi cabai rawit sepanjang 2025 menunjukkan pergerakan yang cukup musiman.

Produksi tertinggi terjadi pada April, mencapai 178,10 ribu ton. Setelah itu, volumenya cenderung menurun hingga menyentuh titik terendah pada Agustus, yakni 118,97 ribu ton, sebelum kembali meningkat pada akhir tahun.



Pola yang sama terlihat pada luas panen.

Area panen mencapai puncaknya pada April sebesar 58,68 ribu hektare, bersamaan dengan produksi tertinggi sepanjang tahun. Memasuki paruh kedua tahun, luas panen ikut menyusut sebelum kembali bergerak relatif stabil hingga Desember.

Dengan kata lain, puncak produksi 2025 berlangsung bersamaan dengan meluasnya area panen.

 

(mae/mae)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *