Jakarta, CNBC Indonesia – Swedia menjadi negara dengan pengeluaran pendidikan per produk domestik bruto (PDB) terbesar diantara 40 negara ekonomi teratas dunia. Anggaran pendidikan Swedia mencapai 7,3% dari PDB.
Swedia diikuti oleh Denmark dengan 6,4% dari PDB dan Belgia setara 6,3% dari PDB. Inggris (5,9%), Brasil (5,6%), AS (5,4%), dan Korea Selatan (5,4%) juga termasuk di antara ekonomi utama dengan pengeluaran tertinggi.
Sayangnya Indonesia menjadi negara dengan anggaran pendidikan per PDB terendah di dunia di antara ekonomi terbesar di dunia dengan 1,3% saja. Bahkan kalah dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam (2,9%), Thailand (2,5%), dan Singapura (2,2%).
Jika jangkauan data diperluas menjadi seluruh dunia, negara-negara kepulauan kecil mendominasi peringkat teratas global.
Kiribati memimpin dengan 16,4% dari PDB, diikuti oleh Tuvalu (12,9%) dan Mikronesia (11,6%). Namibia (9,1%) dan Aljazair (9,0%) juga berada di peringkat tinggi, menunjukkan bahwa anggaran pendidikan yang besar relatif terhadap PDB tidak terbatas pada ekonomi yang kaya.
Hal ini menunjukkan bahwa anggaran pendidikan yang besar relatif terhadap PDB tidak terbatas pada ekonomi yang kaya.
Pengeluaran pendidikan mencerminkan kombinasi prioritas politik, demografi, dan kapasitas fiskal. Menurut OECD, negara-negara dengan populasi yang lebih muda seringkali membutuhkan investasi yang lebih besar untuk mengakomodasi jumlah siswa yang terus bertambah, sementara masyarakat yang menua mungkin menghadapi tekanan pendaftaran yang lebih rendah.
Pemerintah juga harus menyeimbangkan pengeluaran pendidikan dengan tuntutan yang bersaing seperti perawatan kesehatan, pensiun, dan infrastruktur.
Namun, pengeluaran saja tidak menentukan hasil pendidikan. Bank Dunia berpendapat bahwa bagaimana dana dialokasikan dapat sama pentingnya dengan besarnya anggaran. Kualitas guru, tata kelola, dan akuntabilitas semuanya dapat memengaruhi apakah pengeluaran tambahan meningkatkan hasil pembelajaran.
(ras)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment