Jakarta, CNBC Indonesia – Berapa jam Anda tidur semalam? Sebuah studi terbaru menemukan bahwa durasi tidur yang terlalu singkat dan terlalu lama dapat memicu tubuh Anda menua lebih cepat dari yang seharusnya.
Melansir Euro News, sebuah studi internasional terbaru yang berskala besar menemukan bahwa durasi tidur yang ekstrem, baik terlalu sedikit maupun terlalu banyak, berkaitan erat dengan percepatan penuaan biologis pada berbagai organ vital, mulai dari otak, jantung, paru-paru, hingga sistem kekebalan tubuh. Fenomena ini juga meningkatkan risiko paparan berbagai penyakit kronis.
Dalam studi ini, tim peneliti internasional menganalisis data kesehatan dari hampir setengah juta (500.000) peserta yang terdaftar di UK Biobank. Untuk mengukur dampak tidur terhadap tubuh, para peneliti tidak hanya melihat usia kronologis (angka di KTP), melainkan menggunakan teknologi canggih yang disebut jam penuaan biologis. Alat tersebut memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin (machine learning) untuk menganalisis data biologis kompleks para peserta, meliputi, pemindaian organ otak, profil protein dalam darah dan penanda kimiawi (biomarker) spesifik di dalam tubuh.
Hasilnya, para peneliti menemukan jika durasi tidurnya kurang dari enam jam atau justru lebih dari delapan jam, tubuh manusia bisa menua lebih cepat dari yang seharusnya.
Kurang tidur secara signifikan dikaitkan dengan gangguan yang berhubungan dengan otak seperti depresi dan kecemasan. Selain penyakit yang berhubungan dengan otak, kurang tidur juga dikaitkan dengan kondisi lain, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, kondisi pernapasan seperti asma, dan masalah pencernaan seperti refluks
Sementara, tidur yang terlalu lama juga dikaitkan dengan masalah kesehatan, meskipun para peneliti berpendapat bahwa terkadang hal itu mungkin mencerminkan penyakit yang mendasarinya daripada secara langsung menyebabkan kerusakan itu sendiri.
“Studi kami melihat lebih jauh dan menunjukkan bahwa terlalu sedikit dan terlalu banyak tidur dikaitkan dengan penuaan yang lebih cepat di hampir setiap organ, mendukung gagasan bahwa tidur penting dalam menjaga kesehatan organ dalam jaringan otak-tubuh yang terkoordinasi, termasuk keseimbangan metabolisme dan sistem kekebalan tubuh yang sehat,” kata Junhao Wen, penulis utama studi dan asisten profesor radiologi di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons di Amerika Serikat.
Meskipun temuan ini sangat berharga bagi dunia medis, para peneliti memberikan beberapa catatan.
Di antaranya yakni studi ini baru bersifat korelatif (menunjukkan hubungan), sehingga belum bisa dipastikan apakah durasi tidur yang langsung menyebabkan penuaan, ataukah kondisi kesehatan yang buruk yang merusak pola tidur seseorang. Selain itu, sebagian besar data durasi tidur didasarkan pada ingatan dan laporan mandiri dari para peserta, yang membuka celah ketidakakuratan dibanding pengukuran tidur langsung di laboratorium.
Ke depannya, tim peneliti menyerukan perlunya studi lanjutan dengan alat ukur tidur yang lebih presisi serta melibatkan populasi dunia yang lebih beragam secara etnis dan geografis.
(hsy/hsy)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment