Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap realita tantangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tantangan tersebut utamanya terjadi di lapangan dalam berbagai aspek.
“Mengenai kesiapan implementasi MBG di tahap awal, pemerintah tidak menutup mata terhadap realita di lapangan,” ujar Purbaya di Sidang Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (14/7/2026).
Menkeu Purbaya berujar berbagai aspek yang menjadi tantangan jalannya program MBG, antara lain rantai pasok, distribusi, hingga kapasitas logistik.
“Tantangan awal dalam eksekusi program ini bertumpu pada kesiapan rantai pasok, jalur distribusi pangan, dan kapasitas logistik, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal,” jelasnya.
Adapun sebagai langkah perbaikan, pemerintah mendorong dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pemberdayaan hasil daerah.
Selain itu juga diharapkan adanya kerja sama antar lembaga seperti dengan Sentra Produksi Rakyat, BUMDES, hingga elemen UMKM.
“Sebagai langkah konkret, aspek kesiapan rantai pasok dan kapasitas logistik di daerah dalam program MBG ini, pemerintah telah mendorong SPPG untuk memberdayakan Sentra Produksi Rakyat, BUMDES, UMKM, serta penyediaan lokal,” kata Pyrbaya.
Kolaborasi antara SPPG dan lembaga di daerah bisa sebagai corong penyerap bahan pangan langsung dari petani hingga nelayan di sekitar SPPG.
“(Kolaborasi) Untuk menyerap bahan pangan langsung dari petani, peternak dan nelayan di sekitar lokasi SPPG.”
(ras/haa)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment