Home Finance Ini Raja & Ratu dengan Kekuasaan Terlama dalam Sejarah, 70 Tahun Lebih
Finance

Ini Raja & Ratu dengan Kekuasaan Terlama dalam Sejarah, 70 Tahun Lebih

Share
Ini Raja & Ratu dengan Kekuasaan Terlama dalam Sejarah, 70 Tahun Lebih
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Ratu Elizabeth II selama puluhan tahun menjadi simbol monarki modern. Namun, sang ratu bukanlah penguasa monarki terlama dalam sejarah.
Ratu Elizabeth II memimpin Kerajaan Inggris selama lebih dari tujuh dekade, namanya identik dengan stabilitas politik dan salah satu pemerintahan terpanjang dalam sejarah dunia.

Namun, rekor tersebut ternyata belum menjadi yang terlama. Gelar penguasa dengan masa pemerintahan paling panjang dalam sejarah masih dipegang Raja Louis XIV dari Prancis. Dijuluki The Sun King, Louis XIV memerintah selama 72 tahun 110 hari sejak 1643 hingga 1715.

Elizabeth II berada di posisi kedua dengan masa pemerintahan 70 tahun 214 hari, sementara posisi ketiga ditempati Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX) dari Thailand yang bertakhta selama 70 tahun 126 hari. Ketiganya menjadi simbol era kepemimpinan yang bertahan lintas generasi dan mencatatkan rekor yang hingga kini belum banyak tertandingi.




LOUIS XIVLOUIS XIV Foto: https://en.chateauversailles.fr/

Monarki dengan Masa Pemerintahan Terlama

Ada pola yang langsung terlihat jika melihat daftar pemegang monarki terlama.

Sebagian besar penguasa yang mampu bertahan selama puluhan tahun justru naik takhta pada usia yang relatif muda. Louis XIV menjadi raja Prancis saat baru berusia empat tahun setelah wafatnya Louis XIII. Elizabeth II naik takhta pada usia 25 tahun setelah Raja George VI meninggal dunia pada 1952.

Pola serupa juga terlihat pada Rama IX yang menjadi Raja Thailand pada usia 18 tahun setelah kakaknya, Raja Ananda Mahidol, wafat pada 1946. Johann II dari Liechtenstein bahkan mulai memerintah pada usia 18 tahun dan mempertahankan takhtanya selama 70 tahun 91 hari hingga meninggal pada 1929.

Naik takhta lebih awal tentu bukan jaminan seseorang akan memerintah lebih lama. Namun tanpa waktu yang cukup panjang sejak awal, hampir mustahil sebuah pemerintahan dapat mencapai rekor puluhan tahun.



Tidak Hanya Umur Panjang

Masa pemerintahan yang sangat panjang biasanya lahir dari kombinasi beberapa faktor sekaligus, yakni:

  • naik takhta pada usia muda;

  • memiliki harapan hidup yang panjang;

  • tidak turun takhta sebelum wafat;

  • memimpin negara yang relatif stabil; dan

  • mempertahankan keberlangsungan institusi monarki selama puluhan tahun.

Karena seluruh syarat itu jarang terpenuhi secara bersamaan, hanya sedikit penguasa yang mampu bertahan lebih dari enam dekade.

Rekor yang Tetap Melekat pada Elizabeth II

Meski berada di posisi kedua secara global, Elizabeth II tetap mencatat sejarah yang sulit ditandingi.

Ia menjadi penguasa dengan masa pemerintahan terlama dalam sejarah Britania Raya, melampaui Ratu Victoria pada 2015. Selama 70 tahun 214 hari berada di atas takhta, Elizabeth II menyaksikan perubahan besar dalam politik dunia, mulai dari Perang Dingin hingga era digital.

 




Wafat Usia 96 Tahun, Apa Rahasia Panjang Umur Ratu Elizabeth?Wafat Usia 96 Tahun, Apa Rahasia Panjang Umur Ratu Elizabeth? Foto: Infografis/ Wafat Usia 96 Tahun, Apa Rahasia Panjang Umur Ratu Elizabeth?/ Ilham Restu

 

Dalam kurun itu, ia bekerja bersama 14 presiden Amerika Serikat dan 15 perdana menteri Inggris. Liz Truss bahkan baru dua hari menjabat sebagai perdana menteri ketika menerima audiensi terakhir dengan sang ratu sebelum Elizabeth II wafat pada 8 September 2022 pada usia 96 tahun.

Rentang waktu itu membuat Elizabeth bukan hanya simbol monarki Inggris, tetapi juga salah satu figur politik paling konsisten hadir dalam berbagai perubahan geopolitik selama lebih dari setengah abad.

Rekor yang Semakin Sulit Dipecahkan

Memerintah selama puluhan tahun semakin sulit dicapai pada era modern. Bukan karena manusia hidup lebih singkat. Justru, harapan hidup di banyak negara terus meningkat.

Namun lanskap politik berubah jauh lebih cepat. Banyak kerajaan telah berganti menjadi republik, sebagian monarki menerapkan mekanisme turun takhta, sementara tekanan politik dan tuntutan publik terhadap institusi kerajaan juga semakin besar.

Akibatnya, peluang seorang penguasa untuk bertahan di atas takhta selama tujuh dekade atau lebih menjadi semakin kecil.

 

(mae/mae)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *