Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membeberkan dampak pengambilalihan pengelolaan aset Jakarta Convention Center (JCC) Senayan ke Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK). Setoran ke negara dari aset ini bertambah hingga 15 kali lipat.
Hal ini diungkapkan Prasetyo saat Rapat Kerja di Komisi XIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Rabu (15/7/2026).
“Biasanya setiap tahun kita itu hanya mendapatkan pemasukan kurang lebih di angka Rp10-12 miliar, setelah mengelolaanya kita tangani sendiri, meskipun kita juga belum puas, tapi Alhamdullilah kita sudah membukukan pendapatan dari JCC saja itu di angka Rp150 miliar satu tahun, jadi ada kenaikan hampir 15 kali,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Presetyo juga menjabarkan setoran Badan Layanan Umum PPKGBK kepada kas negara mencapai Rp103,7 miliar, atau sebesar 15% dari pendapatan operasional tahun 2025.
Sebelumnya menjadi BLU, JCC dikelola oleh pihak swasta yaitu PT Graha Sidang Pratama (PT GSP). Dari pengalihan kepemilikan ini JCC juga kini berubah nama menjadi Jakarta International Convention Center (JICC).
Proses pengambialihan juga melalui proses hukum yang harus dijalani. Pengelola sebelumnya melakukan gugatan hukum setelah perjanjian kerja sama tidak lagi mau diperpanjang oleh pemerintah.
(emy/wur)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment