Jakarta, CNBC Indonesia – Batam mulai bertransformasi menjadi hub sektor kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) setelah perusahaan global teknologi asal Australia, Firmus Technologies VTY Ltd memilih untuk lokasi tersebut sebagai pembangunan pusat data AI di Indonesia.
Proyek tersebut sendiri dikembangkan bersama dengan NVIDIA dan Dayone Singapura, dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam sebagai salah satu hub digital di Asia Tenggara.
Fasilitas tersebut dirancang sebagai kampus AI berkapasitas 360 MW dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Kehadiran proyek ini diproyeksikan mendukung kebutuhan komputasi AI dalam skala besar sekaligus memperkuat ekosistem pusat data nasional seiring meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital di kawasan.
BP Batam menilai investasi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap daya saing batam.
Selain mendorong masuk ke investasi baru, proyek tersebut diharapkan menciptakan lapangan kerja, mempercepat transfer teknologi serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri AI dan ekonomi digital global. Batam tengah menjadi sorotan lonjakan investasi.
Kepala Badan Pengusaha (BP) Batam Amsakar Achmad mengatakan Batam telah berbenah diri dalam menyambut investor, terutama soal urus izin yang semakin mudah.
Selain itu, Amsakar Achmad mengatakan Batam memiliki pikir ketersediaan lahan yang masih lebih baik dibandingkan dengan kompetitor kita atau rekan yang ini menjadi keunggulan.
“Yang kedua, persoalan ketenagakerjaan kita relatif tersedia. Jadi di Batam butuh tenaga kerja, insyaallah selalu ada pasokan dari tenaga kerja dari berbagai daerah,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).
Selain pelayanan perizinan yang semakin mudah dan cepat tadi, Amsakar juga mempersiapkan namanya dashboard investasi.
“Itu kami bisa lihat langsung real time, bagaimana perizinan yang masuk hari ini sampai sejauh mana prosesnya. Saya bisa melihat dan saya dapat telpon langsung PTSD kita, kenapa yang ini sudah satu minggu belum direspons.”
Dirinya juga mengatakan bahwa Batam juga memiliki duta investasi yang siap membawa dari hulu sampai ke hilir. Jadi para investor yang masuk akan didampingi oleh duta investasi.
“Sudah sejauh itu, ikhtiar yang kami lakukan dan mudah-mudahan kami sudah berada pada jalan yang tepat,” tuturnya.
(ras/haa)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment