Home Finance Jangan Diabaikan, 8 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Finance

Jangan Diabaikan, 8 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam

Share
Jangan Diabaikan, 8 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Share



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak orang tanpa sadar mengonsumsi garam melebihi kebutuhan harian. Padahal, WHO menyarankan asupan garam maksimal 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari.

Kelebihan natrium dari makanan olahan, camilan, dan makanan cepat saji dapat memicu sejumlah tanda pada tubuh. Lantas, apa saja gejalanya? Simak ulasannya berikut ini.

Lantas, apa saja tanda tubuh terlalu banyak konsumsi garam? Dilansir dari Heartwest, simak penjelasan selengkapnya.

1. Perut Kembung

Asupan garam berlebih dapat membuat tubuh menahan cairan lebih banyak. Kondisi ini sering memicu perut terasa begah, penuh, dan kembung, bahkan membuat pakaian terasa lebih ketat.

Gejala tersebut biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan tinggi natrium, seperti mi instan, makanan cepat saji, dan camilan kemasan. Jika kondisi tersebut sering muncul, ada baiknya mulai memperhatikan jumlah garam dalam menu harian dan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan.

2. Tangan atau Kaki Bengkak

Retensi cairan akibat kelebihan natrium tidak hanya membuat perut terasa penuh, tetapi juga dapat menyebabkan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. Tangan, kaki, hingga pergelangan kaki menjadi lokasi yang paling sering mengalami kondisi ini.

Pembengkakan biasanya lebih jelas terlihat menjelang malam atau setelah mengonsumsi makanan asin dalam jumlah besar. Jika terus berulang, sebaiknya evaluasi pola makan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada penyebab lain.

3. Rasa Haus Meningkat

Saat kadar natrium meningkat, tubuh akan berusaha menyeimbangkannya dengan meminta lebih banyak cairan. Inilah sebabnya mengapa Anda bisa merasa sangat haus setelah menikmati makanan yang terlalu asin.

Respons ini sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengencerkan kadar natrium di dalam darah. Jika rasa haus muncul berulang setelah pola makan tertentu, hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa asupan garam perlu dikurangi.

4. Lebih Sering Buang Air Kecil

Ginjal memiliki peran utama dalam menjaga keseimbangan kadar natrium. Ketika garam yang masuk terlalu banyak, organ ini akan meningkatkan produksi urine agar kelebihan natrium dapat dikeluarkan.

Akibatnya, kamu mungkin menjadi lebih sering ke kamar mandi, termasuk pada malam hari. Bila kondisi ini terjadi setelah mengonsumsi makanan tinggi garam, kemungkinan besar tubuh sedang berusaha mengembalikan keseimbangan elektrolit secara alami.

5. Tekanan Darah Meningkat

Kelebihan natrium menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan di dalam pembuluh darah. Volume darah yang meningkat membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu hipertensi yang meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gagal jantung, hingga penyakit ginjal. Karena itu, rutin memantau tekanan darah menjadi langkah penting, terutama jika Beauties gemar mengonsumsi makanan asin.

6. Sakit Kepala Lebih Sering Muncul

Asupan natrium yang terlalu tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh sekaligus meningkatkan tekanan pada pembuluh darah. Kondisi ini dapat memicu munculnya sakit kepala.

Pada sebagian orang, sakit kepala juga disertai rasa berat di kepala atau leher. Bila keluhan sering muncul setelah pola makan tertentu, mengurangi makanan tinggi natrium dapat menjadi salah satu langkah yang patut dicoba.

7. Tubuh Mudah Lelah

Natrium memang dibutuhkan tubuh, tetapi jumlah yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit. Hal itu dapat menyebabkan fungsi otot dan saraf tidak bekerja secara optimal sehingga tubuh terasa cepat lelah atau kurang bertenaga.

Kelelahan ini sering kali muncul bersamaan dengan rasa haus, sakit kepala, atau pembengkakan. Jika gejala berlangsung beberapa hari dan berkaitan dengan pola makan tinggi garam, mengurangi asupan natrium dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut.

8. Jantung Berdebar

Pada beberapa orang, konsumsi garam berlebihan juga dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga memicu sensasi jantung berdebar atau denyut yang terasa tidak teratur.

Meski tidak selalu berbahaya, gejala ini tidak boleh diabaikan, terutama jika muncul bersamaan dengan pusing, nyeri dada, atau sesak napas. Olehnya itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis demi memastikan penyebabnya dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Demikian beberapa tanda tubuh terlalu banyak konsumsi garam. Jika Anda kerap mengalami kondisi yang sama, saatnya mengurangi asupan garam harian agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

 

(luc/luc)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *