Jakarta, CNBC Indonesia – Dunia mulai memasuki era jaringan 6G. Perlombaan Amerika Serikat (AS) dan China diperkirakan masih sengit.
Pemerintahan Donald Trump berupaya untuk mengurangi dominasi China pada era 6G. Caranya dengan bekerja sama dengan lebih dari 20 sekutu, termasuk Inggris Raya, Jerman dan Jepang.
Kerja sama itu dilakukan agar membantu mengkoordinasikan strategi 6G pemerintah sebelum mulai menggantikan 5G pada 2030 mendatang. Selain itu juga membantu AS mengatasi gejolak global, seperti perang dengan Iran dan ketidakpuasan pada kebijakan tarif Trump.
Kepala Administrasi Telekomunikasi dan Informasi Nasional, Arielle Roth telah mengisyaratkan inisiatif tersebut pada bulan Maret lalu. Kini, dia yang menjadi pemimpin inisiatif mengatakan butuh strategi yang berbeda dari 5G untuk mengembangkan 6G di masa depan.
“Dengan bekerja sama sekarang bersama mitra terpercaya, kami akan memastikan jaringan generasi berikutnya mencerminkan kepentingan keamanan bersama, memperkuat daya saing kita dan mendorong inovasi,” kata Roth dikutip dari Politico, Selasa (28/7/2026).
Keamanan jadi poin penting yang diserukan dalam kemitraan tersebut. Kerja sama akan menekankan pada pengembangan sistem yang terbuka dan aman bersama dengan sejumlah pihak, termasuk industri dan akademisi.
Langkah-langkah mendorong 6G akan dilakukan bervariasi. Namun terdapat komitmen kolektif yang mencakup tolak ukur secara berkala mulai satu bulan hingga satu tahun ke depan.
Pertemuan tatap muka juga akan dilakukan tahun depan untuk membahas praktik terbaik. Termasuk menilai lanskap strategis terbaru dalam pemangku kepentingan industri yang relevan.
Pertarungan AS dan China diketahui telah terjadi jauh sebelumnya. Bahkan saat pembangunan jaringan 5G.
AS terus menyatakan perusahaan telekomunikasi memiliki risiko keamanan. Negara sekutu juga diminta untuk menghindari kemitraan dengan perusahaan China seperti Huawei dan ZTE.
(dem/dem)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment