Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah sedang mempersiapkan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya berdaya 100 Giga Watt (GW) yang direncanakan akan bisa digunakan pada 2029.
Rencana tersebut diungkapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (28/7/2026).
“Kami membahas tentang implementasi daripada PLTS 100 GW yang insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai peluncuran groundbreaking pertama,” kata Bahlil.
Bahlil juga mengungkap bahwa peresmian PLTS tersebut nantinya akan diresmikan langsung oleh Presiden.
“Jadi ini langsung sudah jalan menyangkut dengan PLTS dan tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan nanti oleh Presiden sendiri yang insyaallah dalam rencananya akan meresmikan,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan koordinasi lintas kementerian terus dilakukan untuk mengeksekusi program masif itu.
Pihaknya pun sudah menerima arahan dari Sekretariat Negara (Setneg) untuk segera membahas kepastian hukum bagi percepatan investasi tenaga surya nasional.
Pemerintah akan mengutamakan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) terkait PLTS 100 GW itu dibandingkan melanjutkan revisi aturan mengenai harga energi baru terbarukan lainnya. Hal tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Menteri ESDM untuk melakukan percepatan pengembangan infrastruktur hijau agar tidak terhambat kendala administratif.
“Terkait dengan harga revisi Perpres 112, tapi kita akan dahulukan dulu Perpres 100 giga. Karena itu arahan Pak Menteri untuk diakselerasi dulu,” lanjut Eniya.
(ras/mij)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment