Home Finance Babak Baru! Proyek Ubah Batu Bara Jadi Metanol BUMI Masuk Tahap FEED
Finance

Babak Baru! Proyek Ubah Batu Bara Jadi Metanol BUMI Masuk Tahap FEED

Share
Babak Baru! Proyek Ubah Batu Bara Jadi Metanol BUMI Masuk Tahap FEED
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol yang dikembangkan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) memasuki babak baru.

Melalui perusahaan patungan PT Bumi Etam Chemical (BEC), proyek strategis nasional (PSN) gasifikasi batu bara atau Coal to Methanol resmi memasuki tahap Front-End Engineering Design (FEED) dan penyusunan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement.

Penandatanganan kontrak FEED dan EPCC Framework Agreement dilakukan oleh BEC bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) di Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Rabu (29/7/2026).

Kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan proyek hilirisasi batu bara nasional karena menandai dimulainya tahap rekayasa dasar (FEED) sekaligus penyusunan kerangka pelaksanaan EPCC sebagai fondasi menuju fase konstruksi fasilitas produksi metanol berbasis batu bara di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Presiden Direktur BEC Rio Supin mengatakan penandatanganan FEED dan EPCC Framework Agreement menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan panjang proyek hilirisasi yang telah dirintis selama lebih dari dua dekade.

“Hari ini kita di tanggal 29 Juli tahun 2026 ini, merupakan satu milestone penting di dalam perjalanan proyek. Karena proyek dimulai dua dekade sebelumnya, mulai dari tahun 2010 saat KPC mulai mencari lokasi dan mencari strategi untuk mengembangkan proyek hilirisasi KPC,” katanya dalam kesempatan tersebut.

Semula ia menjelaskan bahwa hingga 2023 KPC dan Arutmin sejatinya mengembangkan rencana hilirisasi secara terpisah. KPC menyiapkan proyek di Kalimantan Timur, sedangkan Arutmin mengembangkan rencana serupa di Kalimantan Selatan.

Namun kemudian KPC dan Arutmin memutuskan untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan membentuk PT Bumi Etam Chemical sebagai unit usaha yang akan menjalankan proyek hilirisasi di Indonesia.

“Saat ini 50% saham PT Bumi Etam Chemical dimiliki oleh Arutmin Indonesia dan 50% dimiliki oleh PT Kaltim Prima Coal,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer PT Arutmin Indonesia Ido Hotna Hutabarat mengatakan proyek Coal to Methanol BEC bukan sekadar proyek investasi, tetapi bagian dari transformasi pemanfaatan batu bara menuju penciptaan nilai tambah melalui teknologi dan industrialisasi di dalam negeri.

Menurutnya, selama bertahun-tahun batu bara telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan Indonesia, baik melalui penerimaan negara, penguatan ketahanan energi, pengembangan daerah, maupun penyediaan lapangan kerja.

“Namun, kita semua memahami bahwa tantangan ke depan menuntut langkah yang lebih maju. Nilai strategis sumber daya alam tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan kita menambang dan memasok, tetapi juga oleh kemampuan kita mengolah, mengintegrasikan, dan menciptakan produk industri yang bernilai tambah,” kata dia.

Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer KPC Muhammad Rudy mengatakan proyek tersebut tidak hanya menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perpanjangan izin IUPK, tetapi juga merupakan kontribusi nyata terhadap transformasi industri pertambangan nasional menuju industri yang lebih bernilai tambah.

“Kami percaya bahwa masa depan industri batubara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi sumber daya secara efisien, tetapi juga kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi. Kami juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia atas arahan, dukungan, serta komitmen yang kuat dalam mendorong program hilirisasi dan industrialisasi nasional,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pengembangan fasilitas Coal to Methanol oleh BEC merupakan bagian dari pelaksanaan kewajiban peningkatan nilai tambah batu bara oleh Arutmin dan KPC, sekaligus mendukung kebijakan hilirisasi nasional melalui konversi batu bara menjadi metanol sebagai bahan baku strategis bagi industri petrokimia, manufaktur, energi, serta berbagai industri turunannya.

Sebagai bagian dari ekosistem usaha PT Bumi Resources Tbk, BEC dibentuk oleh Arutmin dan KPC sebagai badan usaha yang mengembangkan proyek hilirisasi berbasis batu bara. Dalam pelaksanaannya, BEC menggandeng IKL dan CNCEC sebagai mitra strategis yang akan mendukung proyek mulai dari tahap perencanaan hingga konstruksi dan commissioning.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek Coal to Methanol sekaligus memperkuat rantai pasok industri kimia nasional. Selain mendukung pengembangan industri hilir berbasis batu bara, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, menarik investasi, serta memberikan efek berganda bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

(pgr/pgr)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *