Home Finance Sukses Road Trip Jawa-Bali, VinFast VF MPV 7 Pupuskan Range Anxiety
Finance

Sukses Road Trip Jawa-Bali, VinFast VF MPV 7 Pupuskan Range Anxiety

Share
Sukses Road Trip Jawa-Bali, VinFast VF MPV 7 Pupuskan Range Anxiety
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Bagi calon pemilik mobil listrik, satu ketakutan hampir selalu muncul lebih dulu: baterai habis di tengah jalan. Riset Populix menemukan sebanyak 65% responden mengaku paling mengkhawatirkan sisa baterai saat bepergian.

Kekhawatiran itu makin besar ketika membayangkan lintas provinsi dengan karakter jalan Indonesia yang beragam, mulai dari kemacetan, tanjakan, hingga ruas tol antarkota yang membentang ratusan kilometer.

Untuk menguji anggapan tersebut, EVriday Club menantang Grady Ewaldo, Abram Mailoa, Azzust Salim, dan Didit membawa VinFast VF MPV 7 dari Jakarta menuju Bali selama 11 hari. Kabin diisi empat penumpang, bagasi dipenuhi koper, sementara rute sengaja dibuat menantang: jalur selatan Pulau Jawa, tanjakan pegunungan ekstrem hingga jalan tol.

Inilah catatan perjalanan mereka.

Kejutan Pertama: Charger di Kantor Pos

Belum lama meninggalkan Jakarta setelah berangkat dari Tangerang Selatan, anggapan bahwa stasiun pengisian daya masih sulit ditemukan langsung terpatahkan. Pemberhentian pertama berada di Subang, Jawa Barat, dan titik charging justru muncul di lokasi yang tak terduga.

“Ini enggak expect di Kantor Pos, di ujungnya ada charger V-Green. Ada dua lagi,” ujar Grady Ewaldo.

Proses catu daya pun mudah. Cukup colok kabel, mobil akan terhubung ke aplikasi VinFast, lalu pembayaran dilakukan melalui QRIS atau virtual account. Tanpa antre dan proses merepotkan.

Apalagi, VinFast VF MPV 7 mendukung DC fast charging CCS2 hingga 80 kW, sehingga isi daya dari 10% ke 70% hanya butuh waktu 30 menit, kira-kira sepadan dengan satu sesi menikmati kopi.

Temuan di Subang bukanlah kebetulan. V-Green kini telah mengoperasikan lebih dari 3.200 titio pengisian daya dan akan terus bertambah di seluruh wilayah Indonesia.

Menaklukkan Tanjakan Tanpa Drama

Dari Subang, perjalanan berlanjut ke Tangkuban Perahu. Memasuki kawasan kebun teh, jalan mulai menanjak panjang menuju wisata yang berada sekitar 2.084 mdpl.

Dari arah Lembang, VF MPV 7 yang mengangkut empat penumpang dan bagasi penuh, harus mendaki sejauh 19 kilometer dengan kenaikan elevasi hampir 1.000 meter.

Namun, tanjakan tersebut justru menjadi panggung pertama VF MPV 7 untuk memamerkan kemampuannya.

“Rasanya enggak terasa kalau nanjak tinggi ya, enteng aja nih. Dari tadi kayak enggak ada effort-nya sama sekali,” kata Didit.

Motor listrik 201 hp dengan torsi instan 280 Nm membuat mobil melaju tanpa jeda perpindahan gigi seperti kendaraan konvensional. Saat harus berhenti di tanjakan, Hill Start Assist Control menahan mobil agar tidak mundur saat mengantre di jalur yang padat.

Sesampainya di kawasan Tangkuban Perahu, V-Green kembali hadir. Namun kali ini tim sengaja tidak mengisi daya karena rute menuju Bandung didominasi turunan. Di sinilah regenerative braking mengambil peran, mengubah energi pengereman menjadi tambahan daya baterai selama mobil meluncur turun.

Keesokan paginya, pengujian beralih menuju Kawah Putih Ciwidey, Bandung Selatan. Bibir kawah berada di elevasi sekitar 2.430 mdpl dengan jalur menanjak sepanjang lima hingga enam kilometer yang dipenuhi tikungan tajam.

“Lagi-lagi beruntungnya karena mobil listrik, jadi torsinya instan terus. Jadi kita enggak perlu ambil ancang-ancang pun aman,” ujar Grady.

Perjalanan kemudian diteruskan ke Gunung Galunggung, Tasikmalaya. VF MPV 7 harus mendaki hingga kawasan wisata yang berada di ketinggian sekitar 2.100 mdpl. Hasilnya tetap sama: tanpa drama.

Ban dengan velg alloy 19 inci dipadukan dengan Traction Control System (TCS) dan Electronic Stability Control (ESC) menjaga traksi tetap optimal saat melintasi jalan pegunungan berkelok. Setibanya di lokasi, titik pengisian V-Green telah tersedia sehingga mobil dapat diisi sebelum petualangan melaju ke Pangandaran dan Jawa Tengah.

Jalur Tengah, Ujian Kenyamanan Sesungguhnya

Road trip berlanjut ke Jawa Tengah. Berbekal sisa baterai yang masih mencukupi, tim melewati Banjarnegara, Purwokerto, hingga Wonosobo tanpa perlu mengisi daya lagi, meski sempat menjumpai V-Green di Kantor Pos Sidareja, Cilacap. Ruas non-utama inilah yang menjadi ujian sesungguhnya bagi sebuah MPV.

“Purwokerto-Wonosobo, jalanan memang kurang halus. Cuma tetap nyaman,” ujar Didit.

Bukan tanpa alasan. VF MPV 7 mengandalkan suspensi belakang independen multi-link yang lazim ditemui di mobil kelas lebih tinggi, dipadukan ground clearance 180 mm. Hasilnya, kaki kaki terasa lentur di jalan bergelombang, namun tetap stabil.

Sesampainya di Yogyakarta, rombongan kembali disambut komunitas VF 3. Salah seorang anggota, Aji, melontarkan pertanyaan yang mungkin juga muncul di benak banyak calon pengguna: bagaimana performa suspensi ketika mobil diisi penuh?

“Bahkan di belakang bagasi ada koper kita berempat. Jadi mobil full muatan. Tapi tetap nyaman, enggak mentok dan enggak keras,” jawab Didit.

Seorang anggota komunitas lain, Irwan, bahkan berseloroh, “Wah calon Car of The Year sih!”

Pertanyaan Aji menyentuh keunggulan utama VF MPV 7. Berdimensi 4.740 x 1.872 x 1.734 mm dengan wheelbase 2.840 mm, MPV ini menawarkan legroom dan headroom lega hingga baris ketiga. Bagasinya tetap muat koper saat seluruh kursi digunakan, atau diperluas hingga 1.240 liter lewat fitur One-Touch Fold. Kisi AC hingga baris ketiga pun menjaga kenyamanan seluruh penumpang.

Rute Klangon dan Borobudur yang dipenuhi tanjakan serta turunan kemudian memunculkan pertanyaan lain yang kerap muncul di media sosial: benarkah mobil listrik kurang cocok digunakan di daerah pegunungan?

“Lha ini nyatanya cocok. Justru EV ke pegunungan enggak ada kendala dari segi tenaga, aman banget,” kata Didit.

Grady menambahkan penjelasan teknisnya. “Untungnya kalau VinFast VF MPV 7 ini dia gradual tenaganya. Jadi bisa dirasa, grip-nya dapet terus,” ujarnya.

Penyaluran tenaga yang progresif, dipadukan tiga mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport, membuat mobil tetap mudah dikendalikan saat melintasi tanjakan.

400 Kilometer Tol dan Efisiensi yang Terbukti

Sebelum menempuh sekitar 400 kilometer menuju Surabaya, Jawa Timur, baterai kembali diisi di Kantor RRI Yogyakarta. Lagi-lagi, V-Green hadir di lokasi yang tak banyak orang sangka.

Begitu memasuki ruas Tol Solo-Ngawi hingga Trans Jawa, karakter VF MPV 7 sebagai mobil keluarga jarak jauh mulai terasa.

“Kalau dari sisi penumpang itu, vibrasi mobilnya minim banget ya. Meredam guncangan sampai bodinya enggak ikut getar, jadi anteng,” kata Grady.

Abram Mailoa yang berada di balik kemudi merasakan hal serupa.

“Kalau nyetirnya sih stabil ya, enak. Secara high speed oke banget karena cepat banget nariknya. Kita bisa melaju di atas 100 km/jam dengan cepat dan tetap enak,” ujarnya.

Perjalanan jauh juga menjadi ajang pembuktian fitur-fitur pendukung. Cruise control membantu mengurangi kelelahan, layar sentuh 10,1 inci memudahkan navigasi, sementara setir Tilt & Telescopic empat arah serta empat airbag, ABS dengan Brake Assist, dan rem parkir elektronik menambah peringkat keselamatan berkendara.

Di Rest Area 575A Tol Trans Jawa, rombongan berhenti lagi untuk mengisi daya sebelum memasuki Surabaya. Setibanya di tujuan, tim disambut komunitas VF 3 Jawa Timur dan Suroboyo Raya.

Dalam sesi berbagi pengalaman, muncul pertanyaan yang mungkin paling sering diajukan calon pengguna mobil listrik: seberapa irit konsumsi energinya?

“Kita dapat konsumsi listrik itu kurang lebih 7,5 kWh per 100 km. Mirip sama klaimnya,” ungkap Grady.

Angka itu menjadi bukti bahwa efisiensi VF MPV 7 tetap terjaga di penggunaan nyata, meski melahap tol, tanjakan, hingga jalan perkotaan.

Keindahan Bromo dan Ujian Ketangguhan

Dari Surabaya, saatnya menyusuri kawasan Sidoarjo. Lagi-lagi urusan pengisian daya sama sekali tidak menjadi kekhawatiran karena titik V-Green mudah dijumpai.

Menjelang dini hari, rombongan tiba di Bromo. Siangnya, rute diteruskan ke Lava View dengan lima orang di dalam kabin.

“Ini dengan kemiringan kayak gini, masih sama aja sih. Pedal gas juga enggak gue injak dalam-dalam. Buat jalan-jalan, gue enggak expect bakal se-effortless ini,” kata Grady.

Perjalanan turun merupakan keuntungan bagi mobil listrik. Berkat regenerative braking, kapasitas baterai bertambah sekitar 9 kWh sepanjang perjalanan dari Bromo menuju Kantor Pos Sukapura yang berjarak sekitar 13 kilometer dari kawasan wisata, tempat charger V Green kembali tersedia.

Dari Malang-Bali, Isi Daya Bukan Halangan

Perjalanan kemudian bertolak ke Kota Malang. Sebelum melaju ke Banyuwangi, baterai kembali diisi. Menariknya, lokasi pengisian kini tidak hanya tersedia di Kantor Pos maupun RRI, tetapi juga menjangkau area komersial seperti FamilyMart di Jalan Soekarno-Hatta, Malang.

Rombongan kemudian melintasi Taman Nasional Baluran sebelum singgah di Kantor Pos Ketapanggiri. Letaknya yang dekat Pelabuhan Ketapang membuat pengguna VinFast dapat mengisi daya dengan tenang sebelum menyeberang ke Bali.

Sesampainya di Gilimanuk, tidak jauh dari hotel tempat mereka bermalam, sudah berdiri V-Green. Artinya, baik sebelum maupun sesudah menyeberang, pengguna tetap dapat dengan mudah menemukan fasilitas pengisian daya.

“Udah enggak bisa diragukan lagi sih. V-Green ada di mana-mana. Kita lewat jalur yang bukan utama, di banyak Kantor Pos tingkat kecamatan sudah ada. Di kota besar ada di RRI, FamilyMart, sampai dekat pelabuhan penyeberangan,” ujar Didit kagum dengan ekosistem V-Green.

Perjalanan VF MPV 7 dilanjutkan menuju kawasan Bedugul melalui Tigawasa dan Danau Tamblingan. Jalur pegunungan dengan tanjakan panjang, tikungan tajam, dan kabut tebal menjadi ujian berikutnya.

“Wah ini kita lagi nanjak lagi nih ya, ke gunung lagi. Tanjakannya miring, putar balik, langsung naik ke atas gitu. Ini ekstrem banget. Tapi so far dari tadi aman banget ya kita,” ujar Grady.

Setibanya di kawasan wisata Bedugul, ternyata SPKLU PLN telah tersedia hanya sekitar 800 meter dari Ulun Danu Beratan. Bahkan di Kantor Pos Kintamani, V-Green juga ada.

Destinasi terakhir adalah Jimbaran dan Denpasar. Sisa baterai masih lebih dari cukup. Kalaupun diperlukan, VinFast Bali juga telah menyediakan fasilitas sangat memadai.

Setelah 11 hari menyusuri Pulau Jawa hingga Bali, pola yang sama terus berulang. Hampir setiap kota yang disinggahi menyediakan stasiun pengisian yang mudah dijangkau. Pengisian daya pun berubah menjadi bagian alami dari perjalanan, bukan lagi sesuatu yang harus direncanakan secara berlebihan.

Bagi Grady, pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap mobil listrik.

“Yang bikin saya surprised itu charging station-nya. Awalnya saya pikir bakal susah, ternyata sepanjang perjalanan justru gampang banget ketemu charger,” ujarnya.

Ini membuktikan karakter VF MPV 7 sebagai MPV keluarga dalam penggunaan nyata: kabin nyaman, performa meyakinkan di berbagai medan, dan efisiensi energinya membuat petualangan jauh terasa ringan. Lebih dari itu, keberadaan V-Green nyaris di setiap etape menafsirkan bahwa range anxiety bukan lagi penghalang, melainkan kekhawatiran yang mulai pupus dan bagian dari pengalaman di jalan yang layak dirayakan.

(dpu/dpu)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *