
Jakarta, CNBC Indonesia – Korea Selatan meluncurkan strategi teknologi ambisius yang berpusat pada tujuh proyek utama, mulai dari energi nuklir, komputasi kuantum, hingga teknologi antariksa dan bioteknologi.
Langkah ini diambil untuk menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru di luar industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Program bernama “Seven Major SEED” tersebut diumumkan dalam pertemuan di Blue House yang dipimpin langsung oleh Presiden Lee Jae-myung. Langkah ini bisa menjadikan Korea Selatan sebagai pemain kuat baru dalam perlombaan teknologi canggih antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Pemerintah menargetkan komersialisasi reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR) buatan dalam negeri pada 2035, pendaratan di Bulan pada 2030, pengembangan komputer kuantum domestik 100-qubit pada 2029, serta komersialisasi produk antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) pada 2035.
Lee mengatakan Korea Selatan harus memanfaatkan momentum ledakan industri semikonduktor dan pesatnya perkembangan AI untuk menyiapkan sumber pertumbuhan baru sebelum teknologi tersebut benar-benar mendominasi.
“Tujuh proyek SEED yang kita bahas hari ini akan menjadi mesin pertumbuhan generasi berikutnya dan aset strategis nasional yang utama,” kata Lee, dikutip dari Reuters, Kamis (13/8/2026).
Menteri Sains Bae Kyung-hoon menjelaskan bahwa inisiatif tersebut mencakup SMR, energi fusi, energi terbarukan generasi berikutnya, teknologi kuantum, antariksa dan penerbangan, bioteknologi canggih, serta rantai pasok mineral dan material strategis.
Pemerintah meluncurkan strategi ini di tengah tantangan menyusutnya populasi usia kerja dan perlambatan potensi pertumbuhan ekonomi. Di saat yang sama, Korea Selatan juga berupaya unggul dalam teknologi baru yang semakin dipandang penting bagi daya saing ekonomi dan keamanan nasional.
“Kami akan membantu benih-benih ini tumbuh dan membangun Korea Selatan yang tidak bisa ditandingi siapa pun dalam 10 atau 20 tahun ke depan,” ujar Bae.
Dalam sektor energi, pemerintah menargetkan komersialisasi SMR buatan dalam negeri pada 2035 dan memulai pembangunan SMR non-light water pada dekade 2030-an. Korea Selatan juga akan mengejar pembangkit listrik berbasis energi fusi pada akhir 2030-an.
Komponen energi terbarukan mencakup pengembangan sel surya ultra-efisien, teknologi turbin angin lepas pantai canggih, sistem produksi hidrogen, serta teknologi jaringan listrik berbasis AI.
Di bidang kuantum, pemerintah menargetkan pengembangan prosesor kuantum domestik 100-qubit yang telah dilengkapi koreksi kesalahan pada 2029. Korea Selatan juga bertekad menjadi negara pemimpin dunia dalam manufaktur chip kuantum pada 2035.
Sementara itu, program antariksa mencakup misi pendaratan di Bulan pada 2030, misi pendaratan Bulan kedua pada 2032, serta pembangunan jaringan komunikasi satelit orbit rendah yang sepenuhnya mandiri pada 2035.
Pemerintah juga akan mengembangkan teknologi pusat data antariksa dan mendukung partisipasi perusahaan Korea Selatan dalam program pesawat komersial generasi berikutnya.
Di sektor bioteknologi, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur AI-bio pada 2030 dan komersialisasi produk brain-computer interface pada 2035. Program ini juga akan mendukung penemuan obat berbasis AI, laboratorium otonom, serta terapi gen dan sel canggih.
Pada sektor rantai pasok, pemerintah akan memperluas pengolahan dan daur ulang mineral strategis di dalam negeri, meningkatkan cadangan nasional, mendiversifikasi sumber pasokan, serta menginvestasikan 10 triliun won untuk teknologi material, komponen, dan peralatan hingga 2030.
Pemerintah juga akan membentuk satuan tugas gabungan antara pemerintah dan swasta untuk mempercepat komersialisasi melalui reformasi regulasi.
“Apakah kita menjadi pemimpin yang menikmati peluang tanpa batas atau hanya menjadi pengikut yang menghadapi risiko tertinggal, semua bergantung pada pilihan kita,” ujarnya.
(fab/fab)
Leave a comment