Memasuki perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (28/8/2026), pasar keuangan domestik diharapkan mampu bergerak kompak positif. Selengkapnya mengenai proyeksi dan sentimen pasar hari ini dapat dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat signifikan dan kembali menembus level 6.500.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan Kamis (27/8/2026) melesat 116,06 poin atau 1,81% ke posisi 6.521,75. Indeks sempat menyentuh level terendah 6.376,65 sebelum ditutup di posisi tertinggi perdagangan.
Kenaikan tersebut menjadi pembalikan setelah IHSG anjlok 1,48% ke level 6.405,69 pada Rabu (26/8/2026). Penguatan kemarin sekaligus menghapus seluruh koreksi pada perdagangan sebelumnya.
Penguatan berlangsung secara luas. Sebanyak 578 saham ditutup menguat, sedangkan 103 saham melemah dan 282 saham lainnya stagnan.
Volume transaksi mencapai 35,18 miliar saham dengan nilai Rp13,51 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,95 juta kali.
Di tengah penguatan IHSG, investor asing ternyata tercatat justru melakukan aksi jual, dengan total net sell mencapai Rp262,11 miliar di seluruh pasar.
Seluruh sektor saham berakhir di zona hijau. Sektor kesehatan memimpin penguatan dengan kenaikan 6,26%.
Sektor barang konsumer non-primer menyusul dengan kenaikan 3,53%, utilitas 3,03%, properti 2,69%, barang baku 2,59%, industri 2,37%, dan energi 1,81%.
Sementara sektor barang konsumer primer menguat 1,41%, teknologi 1,33%, serta keuangan 0,90%.
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menjadi penopang utama IHSG dengan kontribusi 9,19 poin.
Berikutnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 7,14 poin, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 6,40 poin, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) 4,92 poin, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 4,70 poin.
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) turut menyumbang 4,49 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 4,35 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 3,92 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 3,71 poin, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 3,11 poin.
Sementara itu, tekanan terhadap IHSG relatif terbatas. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 5,64 poin.
Tekanan berikutnya berasal dari PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) sebesar 0,26 poin, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) 0,19 poin, dan PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) 0,12 poin.
Beralih ke pasar valuta asing, rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS. Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda terdepresiasi 0,11% ke posisi Rp17.715/US$.
Rupiah sebelumnya dibuka melemah 0,31% ke level Rp17.750/US$ pada perdagangan Kamis kemarin. Mata uang Garuda kemudian mampu memangkas tekanan sebesar 35 poin hingga penutupan perdagangan.
Pelemahan tersebut membalikkan penguatan pada Rabu, ketika rupiah naik 0,06% ke posisi Rp17.695/US$.
Tekanan terhadap DXY berkurang dibandingkan perdagangan pagi, ketika indeks dolar melemah 0,05% ke posisi 99,119.
Pasar obligasi pemerintah mencatatkan kinerja positif. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun turun 7,3 basis poin dari 7,078% menjadi 7,005%.
Dari bursa saham AS, bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.
Indeks Nasdaq naik 1,57% menjadi 26.541,35, sementara S&P 500 menguat 0,72% ke 7.730,99. Dow Jones Industrial Average terapresiasi105,56 poin atau 0,2% dan ditutup di level 53.569,44.
Indeks Nasdaq menguat pada perdagangan Kamis setelah laporan keuangan terbaru dari Nvidia dan sejumlah perusahaan teknologi ternama lainnya meningkatkan sentimen investor.
Kinerja tersebut menjadi hari perdagangan terbaik sejak 4 Agustus bagi sektor teknologi, S&P 500, dan Nasdaq Composite.
Saham Nvidia melonjak 8,7% setelah perusahaan membukukan kinerja di atas ekspektasi analis dan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang kuat.
Secara khusus, pertumbuhan pendapatan Nvidia diperkirakan mencapai 70% pada tahun fiskal 2028, jauh di atas proyeksi 44% yang sebelumnya diperkirakan para analis yang disurvei LSEG. Pendapatan Nvidia pada kuartal fiskal kedua bahkan lebih dari dua kali lipat.
Saham-saham yang terkait dengan industri semikonduktor turut menguat. Broadcom naik 4,5%, sementara SK Hynix dan Intel masing-masing melonjak 2% dan 4%. VanEck Semiconductor ETF (SMH) juga naik 3%.
“Belakangan ini banyak pembicaraan mengenai pembiayaan sirkular untuk perusahaan-perusahaan hyperscaler dan apakah pendapatan mereka benar-benar mampu menutup biaya besar yang harus mereka keluarkan. Mungkin hasil ini bisa menunda pembahasan tersebut untuk sementara waktu,” kata Melissa Brown, global head of investment decision research di SimCorp, kepada CNBC International.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan lain yang menjadi bagian dari perdagangan saham AI saat ini sekadar mengikuti Nvidia.
Di luar Nvidia dan saham semikonduktor lainnya, Salesforce melonjak lebih dari 22% setelah pendapatannya pada kuartal kedua melampaui proyeksi Wall Street. Saham perusahaan perangkat lunak seperti Adobe dan Autodesk masing-masing naik 5,7% dan 6,2%.
Di sektor keamanan siber, Okta melesat lebih dari 28%, sedangkan CrowdStrike melonjak 20,5% setelah kedua perusahaan melampaui ekspektasi analis dan menaikkan proyeksi kinerja. Keduanya melihat permintaan yang semakin kuat seiring berkembangnya teknologi agentic AI. Saham keamanan siber lainnya seperti Palo Alto Networks juga ikut menguat, bahkan melonjak hampir 13%.
Brown mengatakan, perbedaan kinerja yang sangat lebar antara saham-saham yang terkait dengan perdagangan AI dan saham di sektor lainnya membuat korelasi antar-saham menjadi rendah, sehingga memengaruhi risiko di pasar.
“Volatilitas memang tinggi, tetapi korelasinya rendah. Karena itu, volatilitas pasar secara keseluruhan tetap rendah. Kekhawatiran kami adalah kondisi ini justru bisa membuat investor merasa terlalu aman,” ujarnya.
Para trader kini bersiap menghadapi simposium tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming, di mana Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato utama pada Jumat.
Memasuki perdagangan penutup pekan ini, Jumat (28/8/2026) pasar keuangan Tanah Air masih akan dihadapkan pada sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri.
Untuk sentimen dalam negeri, perhatian utama tertuju pada keputusan Komisi XI DPR yang telah menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode jabatan 2026-2031. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan RUU Perampasan Aset yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Sementara dari global, fokus investor tertuju pada pidato pertama Gubernur bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole. Jepang juga dijadwalkan mengumumkan indeks kepercayaan konsumen periode Agustus.
Berikut sejumlah sentimen yang dapat menjadi penggerak pasar keuangan domestik hari ini.
1. DPR Setujui Destry Jadi Gubernur BI
Komisi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 pada Kamis (27/8/2026).
Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah mufakat setelah Destry menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Rabu (26/8/2026). Destry merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto.
“Komisi XI DPR RI berdasarkan musyawarah untuk mufakat menyetujui dan menetapkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031,” kata Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun.
Setelah mendapat persetujuan dalam rapat paripurna dan terbitnya keputusan presiden, Destry akan dilantik di Mahkamah Agung untuk menjalani masa jabatan selama lima tahun.
Pergantian pucuk pimpinan BI berlangsung setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI pada 25 Juli 2026.
Selain itu, komisi XI DPR juga menyetujui Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Aida akan mengisi posisi yang ditinggalkan Destry.
Sementara itu, Solikin M. Juhro dipilih sebagai Deputi Gubernur BI untuk menggantikan Aida.
Penetapan Destry, Aida, dan Solikin selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR pada Selasa (1/9/2026). Setelah mendapat persetujuan, ketiganya akan dilantik di Mahkamah Agung untuk menjalani masa jabatan selama lima tahun.
2. Pemerintah dan BI Sepakati Asumsi Rupiah Rp17.500/US$
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyepakati asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Angka tersebut berada di batas atas kisaran proyeksi BI sebelumnya sebesar Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS yang disampaikan dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.
“Itu seharusnya sesuai dengan RAPBN Rp17.500,” kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam rapat kerja bersama pemerintah dan Badan Anggaran DPR, Kamis (27/8/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah juga menetapkan asumsi rata-rata imbal hasil SBN tenor 10 tahun sebesar 6,9% pada 2027.
Menurut Purbaya, asumsi tersebut disusun dengan mempertimbangkan upaya memperkuat stabilitas makro, menjaga arus modal, meningkatkan investasi dan ekspor, serta mengelola pembiayaan secara hati-hati.
“Seiring dengan kebijakan pemerintah untuk memperkokoh stabilitas makro, menjaga arus modal, meningkatkan investasi dan kinerja ekspor, serta pengelolaan pembiayaan yang pruden,” kata Purbaya.
3. DPR Sahkan Sarjito sebagai Pengawas Bursa Mineral OJK
Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 pada Kamis (27/8/2026).
“Apakah dapat disetujui?” kata Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati saat meminta persetujuan peserta rapat.
“Setuju,” jawab anggota dewan yang hadir.
Keputusan tersebut diambil setelah Komisi XI DPR menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Sarjito pada Senin (24/8/2026). Komisi XI kemudian menyepakati pengangkatannya melalui musyawarah mufakat.
Sarjito merupakan calon tunggal untuk posisi tersebut. Ia akan memimpin pengawasan terhadap bursa yang memperdagangkan mineral dan komoditas strategis di Indonesia.
4. RUU Perampasan Aset Ditargetkan Rampung Desember
Dewan Perwakilan Rakyat baru saja menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset disahkan menjadi undang-undang paling lambat pada 15 Desember 2026.
Target tersebut disepakati dalam rapat paripurna DPR pada Kamis (27/8/2026).
“Menurut kalender DPR RI, paling lambat tanggal 15 Desember 2026, apakah dapat disetujui?” kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang kemudian mendapat persetujuan peserta rapat.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengatakan penyusunan RUU membutuhkan waktu karena memuat aturan baru, bukan revisi terhadap regulasi yang telah berlaku. Komisi III telah melibatkan 50 narasumber serta menyerap aspirasi di berbagai daerah.
Pembentukan aturan tersebut dilatarbelakangi sejumlah persoalan, mulai dari rendahnya pemulihan kerugian negara, terbatasnya cakupan aset yang dapat dirampas, hingga pengelolaan barang sitaan yang belum optimal.
Habiburokhman menyebut kerugian negara yang berhasil dipulihkan diperkirakan baru sekitar 20% dari kerugian riil akibat tindak pidana korupsi.
Draf RUU mengatur perampasan aset hasil tindak pidana, alat atau sarana yang digunakan dalam tindak pidana, barang temuan yang berasal dari tindak pidana, serta aset pengganti kerugian.
Perampasan akan menggunakan dua mekanisme, yakni berdasarkan putusan pidana terhadap pelaku atau in personam dan tanpa putusan pidana terhadap pelaku atau in rem.
Tahapan berikutnya mencakup rapat kerja dengan pemerintah, harmonisasi, pembahasan daftar inventarisasi masalah, serta pengambilan keputusan di Komisi III dan rapat paripurna DPR.
5. Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Kerja Masih Tangguh
Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun 4.000 menjadi 203.000 pada pekan ketiga Agustus 2026. Angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 208.000.
Penurunan ini mempertahankan tren rendahnya jumlah klaim pengangguran setelah sebelumnya mencapai level terendah dalam hampir 60 tahun, yakni 189.000, pada pertengahan Juli.
Sementara itu, klaim berkelanjutan (continuing claims) yang menjadi indikator jumlah pengangguran yang masih menerima tunjangan juga turun 18.000 menjadi 1,778 juta pada periode sebelumnya. Angka tersebut turut berada di bawah ekspektasi pasar.
Data tersebut menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja AS masih berlanjut, meskipun data terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) menunjukkan kontraksi jumlah pekerja yang tidak terduga.
Kondisi ini juga sejalan dengan pandangan sejumlah anggota Federal Open Market Committee (FOMC) yang menilai perekonomian AS masih berada dalam kondisi full employment.
Sementara itu, klaim awal yang diajukan oleh mantan pegawai pemerintah federal AS turun 59 menjadi hanya 390 klaim, sekaligus menjadi level terendah sejak Desember 2024. Data ini menjadi perhatian karena pemerintahan AS tengah berupaya mengurangi jumlah pekerja sektor publik.
Data terbaru Departemen Tenaga Kerja AS juga menunjukkan rata-rata klaim awal dalam empat pekan berada di 205.500, naik tipis dari 204.250 pada pekan sebelumnya.
6. Pidato Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole
Jackson Hole Economic Policy Symposium berlangsung pada Kamis hingga Sabtu (27-29/8/2026). Pertemuan tahun ini mengangkat tema “Financial Innovation: Implications for Payments and Policy”.
Forum tahunan tersebut mempertemukan bankir sentral, ekonom, akademisi, dan pelaku pasar keuangan dari berbagai negara.
Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato utama pada Jumat (28/8/2026) pukul 10.00 waktu AS atau sekitar pukul 21.00 WIB. Ini akan menjadi pidato utama pertamanya di Jackson Hole sejak menjabat sebagai Ketua The Fed.
Investor akan mencari petunjuk mengenai pandangan Warsh terhadap inflasi, kenaikan imbal hasil US Treasury, kondisi ekonomi, serta arah suku bunga AS.
Perhatian terhadap Warsh semakin besar setelah risalah rapat The Fed periode Juli menunjukkan sejumlah pejabat menilai kenaikan suku bunga mungkin diperlukan apabila inflasi tetap tinggi.
Pernyataan yang menekankan risiko inflasi dapat memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi mengangkat dolar AS dan imbal hasil US Treasury sekaligus menekan rupiah, emas, serta saham negara berkembang.
Sebaliknya, pernyataan yang mengakui pelemahan ekonomi atau pasar tenaga kerja dapat meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.
New U.S. Federal Reserve Chairman Kevin Warsh holds a press conference following a two-day meeting of the Federal Open Market Committee (FOMC), at the U.S. Federal Reserve in Washington, D.C., U.S. June 17, 2026. REUTERS/Eric Lee Foto: REUTERS/Eric Lee
|
7. Menanti Rilis Kepercayaan Konsumen Jepang
Jepang akan mengumumkan indeks kepercayaan konsumen periode Agustus pada Jumat (28/8/2026) pukul 12.00 WIB.
Trading Economics memproyeksikan indeks naik tipis menjadi 35 dari 34,9 pada Juli. Data tersebut menggambarkan keyakinan rumah tangga terhadap pendapatan, lapangan kerja, dan kemampuan membeli barang tahan lama.
Kenaikan indeks dapat menunjukkan rumah tangga mulai lebih optimistis meskipun biaya hidup masih tinggi. Perbaikan keyakinan konsumen juga dapat mendukung konsumsi domestik.
Hasil yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi menopang yen apabila pasar menilai ekonomi Jepang cukup kuat untuk mendukung normalisasi kebijakan Bank of Japan (BOJ).
Sebaliknya, penurunan indeks dapat menunjukkan kenaikan harga masih membatasi pengeluaran rumah tangga dan mengurangi tekanan terhadap BOJ untuk kembali memperketat kebijakan dalam waktu dekat. Perubahan ekspektasi tersebut turut berpotensi memengaruhi sentimen bursa Asia.
8. Danantara Tawarkan KPR Tenor hingga 40 Tahun
Danantara Housing Expo 2026 menawarkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan uang muka mulai 1% dan tenor hingga 30-40 tahun.
Fasilitas tersebut disediakan oleh bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Skema pembiayaan juga membebaskan biaya administrasi, provisi, dan penilaian aset atau appraisal.
“Tenor juga, mungkin selama ini di perbankan hanya 10 tahun atau 15 tahun, kita bisa berikan sampai 30 tahun bahkan 40 tahun,” kata CEO BPI Danantara Rosan P. Roeslani di NICE PIK 2, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Bunga KPR yang ditawarkan mulai dari 2,75% per tahun secara tetap atau fixed, kemudian meningkat secara bertahap. Harga rumah yang tersedia berkisar dari sekitar Rp120 juta hingga Rp2-3 miliar.
Pameran yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 tersebut menghadirkan pilihan hunian dari pengembang BUMN dan swasta.
Skema KPR yang lebih terjangkau dapat menjadi sentimen positif bagi sektor properti karena berpotensi mendorong permintaan dan penjualan rumah. Peningkatan pembangunan hunian juga dapat mendukung aktivitas emiten konstruksi serta industri bahan bangunan.
CEO Danantara Rosan P. Roeslani membuka Danantara Housing Expo di NICE 2 PIK, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Dok. Istimewa) Foto: CEO Danantara Rosan P. Roeslani membuka Danantara Housing Expo di NICE 2 PIK, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Dok. Istimewa)
|
Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:
- Tingkat Pengangguran Jepang
- Neraca perdagangan Singapura
- Simposium Jackson Hole
- Indeks kepercayaan konsumen Jepang
-
Otoritas Jasa Keuangan akan menyelenggarakan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 Edukasi Keuangan di Kalangan Pelajar di Lapangan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat
-
Seremoni pembukaan perdagangan dalam rangka Peluncuran dan Sosialisasi Penetapan Saham Berbasis Hijau BEI di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan.
Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:
– Pemberitahuan RUPS : CITA, KAYU, PGUN, dan JARR.
– Pembayaran dividen tunai interim : EAST, SMDR, AMAR, IKBI, HUMI, dan BPII.
– Cum dividen tunai interim : BBCA.
Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:
CNBC INDONESIA RESEARCH
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Leave a comment