
Jakarta, CNBC Indonesia – Tren sleep tourism atau wisata tidur semakin berkembang di Jepang. Sejumlah hotel mulai menawarkan pengalaman menginap yang secara khusus dirancang untuk membantu tamu mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.
Melansir Strait Times, salah satu hotel yang menangkap peluang tersebut adalah Hotel 1899 Tokyo di kawasan bisnis Shimbashi, Tokyo. Hotel ini menawarkan paket retret tidur bertajuk “Totono-ne”, yang memanfaatkan efek relaksasi dari teh untuk membantu tamu beristirahat dengan lebih baik.
Dalam paket tersebut, tamu terlebih dahulu menjawab sejumlah pertanyaan sederhana untuk mendapatkan “diagnosis tidur”. Berdasarkan hasil tersebut, tamu kemudian diberi racikan teh khusus yang disesuaikan dengan tipe tidur masing-masing, termasuk perpaduan chamomile dan teh bancha Mimasaka.
Pengalaman tidur juga didukung dengan fasilitas di dalam kamar. Setiap kamar dilengkapi bantal berkualitas tinggi, garam mandi, serta teh yang menenangkan untuk dinikmati sebelum tidur.
“Kami ingin mengoptimalkan pengalaman tidur, yang merupakan bagian signifikan dari masa menginap para tamu,” ujar Yuiko Ogawa dari Hotel 1899 Tokyo.
Kanae Usui, konsultan senior di JTB Tourism Research & Consulting, menilai perkembangan sleep tourism didorong oleh tingginya jumlah orang yang merasa kualitas tidurnya belum memuaskan. Pada saat yang sama, wisatawan semakin tertarik pada pengalaman perjalanan yang berkaitan dengan kesehatan.
Tren serupa juga terlihat di Hotel Chinzanso Tokyo, hotel mewah di kawasan Bunkyo, Tokyo. Hotel tersebut mulai menawarkan paket tidur sekitar dua tahun lalu dengan memanfaatkan perangkat yang dapat mengukur gelombang otak tamu selama tidur.
Perkembangan sleep tourism juga merambah kawasan resor. Malibu Hotel di Riviera Zushi Marina, Prefektur Kanagawa, mulai menawarkan paket “Sleep Well Stay” pada Februari. Paket tersebut dibatasi hanya untuk satu kelompok tamu setiap hari.
Salah satu daya tarik utamanya adalah perlengkapan tidur yang dipersonalisasi. Hotel menyediakan kasur yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tamu berdasarkan informasi mengenai posisi tidur dan kebiasaan tidur mereka.
(hsy/hsy)
Leave a comment