Memasuki musim kemarau, lahan pertanian seluas sekitar 300 hektare ini masih mendapatkan pasokan air yang cukup.

Kelompok Tani melakukan aktivitas panen padi di lahan pertanian Rorotan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Memasuki musim kemarau, lahan pertanian seluas sekitar 300 hektare ini masih mendapatkan pasokan air yang cukup. Petani mengandalkan aliran sungai serta air buangan dari permukiman warga di sekitar lahan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

“Alhamdulillah pasokan aliran air disini masih cukup dari aliran sungai BKT, justru yang kami takut kalau musim hujan banjir” Katanya kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kondisi tersebut membuat sawah di Rorotan relatif terhindar dari kekeringan. Padahal, petani setempat mengaku pernah mengalami kekeringan pada sekitar 2017 hingga 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Saat ini, panen padi telah berlangsung sekitar satu bulan. Jenis padi yang biasa ditanam petani di kawasan ini di antaranya varietas Ciherang, Situ Bageundit, dan Inpari 30. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pantauan CNBC Indonesia di lokasi proses panen, petani memotong batang padi satu per satu menggunakan ani-ani atau sabit. Setelah itu, gabah dipisahkan dari batang atau jerami menggunakan mesin perontok otomatis atau power thresher, sehingga gabah lebih cepat terkumpul dan siap dibawa ke tempat penggilingan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Namun, proses membawa hasil panen dari tengah sawah bukan perkara mudah. Jalur pematang yang sempit dan berlumpur membuat kendaraan roda empat tidak dapat masuk ke area persawahan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kondisi tersebut membuat jasa ojek motor trail menjadi bagian penting dalam proses pengangkutan gabah. Dalam sekali perjalanan, pengemudi bahkan dapat membawa beberapa karung gabah dengan total berat mencapai ratusan kilogram dari tengah sawah menuju akses jalan raya atau tempat penggilingan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Di tingkat petani, harga gabah saat ini berada di kisaran Rp7.000 per kilogram. Meski demikian, petani masih menghadapi sejumlah kendala produksi, mulai dari serangan burung, keong, hama kupu-kupu hingga tikus. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)


Leave a comment