
Jakarta, CNBC Indonesia – Banjir besar yang melanda Nepal membawa ikan-ikan berukuran besar dan tidak biasa ke wilayah Bihar, India. Pemerintah setempat pun meminta warga tidak membeli, menjual, maupun mengonsumsi ikan yang ditangkap dari aliran banjir.
Air dari Sungai Trishuli di Nepal mengalir ke Bihar melalui Sungai Gandak dan Kosi sejak bencana terjadi pekan lalu. Arus deras tersebut turut membawa berbagai jenis ikan, puing-puing, hingga jasad manusia dan hewan.
Nelayan di sejumlah wilayah Bihar kemudian menemukan ikan yang jauh lebih besar dan berbeda dari tangkapan mereka sehari-hari. Sejumlah warga yang sempat mengonsumsi ikan tersebut juga dilaporkan mengalami sakit.
Departemen Sumber Daya Susu, Ikan and Hewan Bihar mengeluarkan imbauan pada Senin agar warga tidak mengonsumsi, membeli, atau menjual ikan yang tidak dikenal yang terbawa banjir.
“Tanpa identifikasi atau konfirmasi dari departemen terkait, ikan yang tidak dikenal atau tidak biasa tidak boleh dikonsumsi,” demikian isi imbauan tersebut, seperti dikutip The Independent, Jumat (4/9/2026).
Nelayan di Gopalganj dan Bagaha bahkan melaporkan menangkap ikan dengan bobot puluhan kilogram. Seorang nelayan di Saharsa mengatakan tangkapan mereka kini bisa mencapai 27-38 kilogram, bahkan 40-45 kilogram.
Pemerintah Bihar menjelaskan ikan dapat terbawa jauh dari habitat aslinya ketika banjir. Dalam perjalanan, ikan bisa terpapar limbah, bangkai hewan, serta berbagai pencemaran sehingga berisiko membahayakan kesehatan manusia.
Samir Kumar Sinha dari Wildlife Trust of India mengatakan sebagian ikan yang masuk ke Sungai Gandak kemungkinan merupakan Bagarius bagarius, yang dikenal sebagai goonch catfish atau secara lokal disebut “Gochita”. Spesies ini hidup di sungai berarus deras di India, Nepal, dan sejumlah wilayah Asia Tenggara. Ikan tersebut juga berstatus terancam menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Selain ikan, banjir membawa lumpur, batang pohon, puing jembatan, peralatan rumah tangga, tabung LPG, hingga jasad manusia dan hewan dari Nepal. Kondisi ini meningkatkan risiko pencemaran sumber air dan penyebaran penyakit seperti diare, kolera, tifus, serta hepatitis A dan E.
Air yang menggenang juga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa demam berdarah, malaria, dan chikungunya. Pemerintah Bihar meminta warga segera mendapat pertolongan medis jika mengalami muntah, diare berat, sakit perut, pusing, atau kesulitan bernapas setelah mengonsumsi ikan hasil tangkapan dari banjir.
Warga juga diminta melaporkan temuan ikan yang tidak biasa kepada petugas perikanan di wilayah masing-masing.
(dem/dem)
Leave a comment