
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mencatat volume transaksi melalui layanan mobile banking Bale Syariah by BSN mencapai Rp6,57 triliun hingga akhir Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi pijakan perseroan untuk memperluas ekosistem transaksi digital dengan membidik lebih banyak merchant di sejumlah kota besar.
Hingga 31 Agustus 2026, Bale Syariah telah memiliki 238.897 pengguna aktif dengan total transaksi mencapai 3,29 juta kali. Dari sisi nilai transaksi, volumenya telah menembus Rp6,57 triliun.
Selain mobile banking, Bank BSN juga terus memperluas infrastruktur pembayaran digital melalui QRIS. Hingga periode yang sama, QRIS BSN telah digunakan oleh 2.102 merchant dengan total transaksi mencapai 2,07 juta kali dan volume transaksi sebesar Rp552,1 miliar.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan perseroan kini berupaya memperkuat keterhubungan antara layanan perbankan digital dengan aktivitas bisnis nasabah melalui Program Serbu Ekosistem.
Menurutnya, strategi tersebut diarahkan agar layanan perbankan BSN tidak hanya digunakan untuk kebutuhan transaksi personal, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas operasional pelaku usaha.
“Setiap inovasi produk bisnis Bank BSN harus berakar pada kemudahan transaksi bagi para pelaku usaha. Melalui semangat #ThinkCustomer, setiap keputusan bisnis selalu dimulai dari pertanyaan: Apakah langkah ini benar-benar memudahkan nasabah?” ujar Alex saat peluncuran Program Serbu Ekosistem di Jakarta, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).
Melalui program tersebut, BSN menawarkan sejumlah solusi bagi merchant, mulai dari QRIS dan mesin electronic data capture (EDC), pengelolaan arus kas melalui layanan cash management, hingga akses pembiayaan.
Alex mengatakan kebutuhan terhadap kecepatan dan kepastian transaksi menjadi semakin penting bagi pelaku usaha, terutama di tengah meningkatnya penggunaan kanal pembayaran digital.
BSN pun mulai membawa program tersebut ke sejumlah kota besar. Setelah diluncurkan di Jakarta, rangkaian roadshow akan dilanjutkan ke Banda Aceh, Bandung, dan Surabaya.
Perseroan menilai pendekatan berbasis ekosistem dapat memperkuat hubungan dengan pelaku usaha karena layanan bank hadir langsung dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
“Pola pendekatan ini menegaskan transformasi perbankan yang tidak lagi pasif menunggu kedatangan nasabah di kantor cabang, melainkan hadir secara aktif dan melekat dalam menopang aktivitas harian serta pertumbuhan usaha mitra bisnisnya,” ujar Alex.
Selain menyasar pelaku usaha ritel dan UMKM, ekosistem merchant BSN juga mencakup berbagai sektor, termasuk industri kreatif dan modest fashion.
Perseroan menyebut kemitraannya dengan pelaku usaha tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pemanfaatan layanan transaksi, cash management, hingga pembiayaan secara lebih terintegrasi.
(mkh/mkh)
Leave a comment