Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia dikenal sebagai negara kaya hutan dan vegetasi. Namun, predikat sebagai negeri hijau ternyata tidak otomatis membuat kota-kotanya terlihat hijau dari jalan. Kota-kota di Indonesia masih kalah hijau dibandingkan wilayah lain.
Kurang hijaunya kota di Indonesia tercermin dari data Treepedia, proyek MIT Senseable City Lab yang mengukur tutupan kanopi pohon dari perspektif pejalan kaki menggunakan citra Google Street View.
Data ini tidak menghitung seberapa luas hutan atau taman sebuah kota, melainkan seberapa banyak pepohonan yang terlihat ketika seseorang berjalan atau berkendara di jalan kota, bukan menghitung seluruh ruang hijau yang ada.
Sederhananya, yang dihitung adalah seberapa besar tutupan kanopi pohon yang terlihat dari jaringan jalan kota
Tampa Florida AS Foto: Pixabay
|
Tampa Paling Hijau, Singapura Masuk 3 Besar
Tampa di Amerika Serikat, berada di posisi teratas dalam daftar kota dengan tutupan pohon jalanan tertinggi. Kota tersebut mencatat Green View Index (GVI) sebesar 36,1%, disusul Breda di Belanda dan Singapura yang sama-sama 29,3%.
Oslo berada di posisi selanjutnya dengan GVI 28,8%, disusul Sydney dan Vancouver yang sama-sama mencatat 25,9%. Montreal dan Cambridge melengkapi delapan besar dengan masing-masing 25,5% dan 25,3%.
Kota-kota Amerika Utara mendominasi daftar. Lima kota masuk 12 besar, yakni Tampa, Vancouver, Montreal, Cambridge, dan Sacramento.
.
Namun, sejumlah kota metropolitan dunia justru mencatat angka lebih rendah. New York hanya memiliki GVI 13,5%, London 12,7%, sedangkan Paris berada di posisi terbawah dengan 8,8%. Tokyo tidak tercantum dalam daftar tersebut.
Apartemen di kota Singapura. (Dok. Freepik) Foto: Apartemen di kota Singapura. (Dok. Freepik)
|
Bagaimana dengan Indonesia?
Tidak ada satu kota pun di Indonesia yang masuk dalam 34 kota terhijau versi Treepedia. Padahal, Indonesia memiliki wilayah sekitar 1,92 juta kilometer persegi dan merupakan salah satu negara dengan kawasan hutan tropis terluas di dunia.
Namun, luas wilayah yang besar tidak otomatis membuat kota-kota Indonesia masuk dalam daftar Treepedia.
Ketiadaan kota Indonesia dalam daftar juga bukan berarti negeri ini kekurangan pohon. Persoalannya adalah bagaimana pepohonan tersebut hadir di ruang perkotaan.
Pengunjung mencoba fasilitas sepeda gratis berbasis aplikasi di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (10/8/2018). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan menyediakan layanan bike sharing berbasis aplikasi gratis untuk para pengunjung Monas untuk digunakan berkeliling. Aplikasi bisa diunduh di AppStore atau PlayStore dengan nama “Gowes”. bike sharing tersebut menggunakan sistem IoT atau Internet of Things. Tujuannya untuk memantau penggunaan sepeda oleh pengunjung sehingga pengelola dapat mengetahui posisi dari awal hingga saat selesai digunakan. Sebanyak 100 unit sepeda berwarna kuning itu siap dipakai oleh pengunjung. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
|
Kota dengan hutan luas di sekitarnya belum tentu terasa hijau bagi warga yang berjalan di pusat kota. Sebaliknya, kota yang menanam pohon secara rapat di sepanjang jalan bisa memiliki GVI tinggi meski luas wilayahnya relatif kecil.
Di sinilah GVI memberikan perspektif berbeda soal kota hijau. Ukurannya bukan sekadar seberapa luas ruang terbuka hijau yang dimiliki sebuah kota, tetapi seberapa banyak pepohonan yang benar-benar terlihat dan dirasakan warga saat berjalan, bekerja, maupun beraktivitas sehari-hari.
Dengan kata lain, kota hijau bukan hanya soal punya banyak pohon, tetapi apakah pohon-pohon itu hadir di tengah kehidupan warganya.
(mae/mae)



Leave a comment