Home Finance Alasan Letusan Krakatau 1883 Bisa Viral Padahal Belum Ada Internet
Finance

Alasan Letusan Krakatau 1883 Bisa Viral Padahal Belum Ada Internet

Share
Alasan Letusan Krakatau 1883 Bisa Viral Padahal Belum Ada Internet
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Gunung Krakatau meletus pada 26 Agustus 1883. Meski terjadi ratusan tahun lalu, peristiwa ini dengan cepat diketahui masyarakat dunia yang berada jauh dari Indonesia.

Letusan itu memang sangat dahsyat. Setidaknya The Independent mencatat suara letusan terdengar hingga Pulau Rodriguez di Samudera Hindia sejauh 4.653 km dan Alice Springs yang berjarak 4.800 km.

Korban meninggal tercatat mencapai 36 ribu jiwa. Pembunuh sebenarnya adalah tsunami dengan tinggi 40 meter yang disebut melempar terumbu karang ke daratan.

The Independent juga melaporkan cerita letusan itu langsung terdengar di seluruh dunia. Ini berkat kabel telegraf bawah laut yang kala itu baru dipasang melintasi seluruh dunia.

Operator bisa langsung mengirimkan pesan ke teman-teman di seluruh dunia menggunakan kode Morse. Sebaran informasi masif juga jadi pertama kali di zaman tersebut.

“Ini jadi yang pertama kalinya gunung api meletus dan diketahui secara instan. Kabel telegraf bawah laut merupakan jaringan komunikasi, asal muasal internet,” kata Nick Petford dari Sekolah Ilmu Bumi dan Geologi Universitas Kingston.

Peristiwa 1883 juga membawa penelitian rn pertama. Berbeda dengan letusan Gunung Krakatau 200 tahun sebelumnya yang hanya diketahui sedikit orang.

“Saat itu geologi merupakan disiplin ilmu akademis yang dinamis. Ilmuwan Belanda, Rogier Verbeek tiba di sana sangat cepat dan mencatat semuanya dan laporannya jadi karya yang menginspirasi,” Petford menjelaskan.

Studi yang dilakukan Verbeek diikuti tim ahli geologi Royal Society London. Dari penelitian-penelitian tersebut terungkap dua pertiga pulau Krakatau telah hancur.

Dari peristiwa tersebut terbentuk pulau-pylau baru dengan kedalaman laut 36 meter. Termasuk Anak Krakatau yang terbentuk dari sisa induknya dan tetap ada hingga sekarang, bahkan baru saja meletus sejak akhir pekan lalu.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *