Home Finance L’Oreal Digugat, Produk Pelurus Rambut Dituding Berisiko Kanker
Finance

L’Oreal Digugat, Produk Pelurus Rambut Dituding Berisiko Kanker

Share
L’Oreal Digugat, Produk Pelurus Rambut Dituding Berisiko Kanker
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Negara Bagian Arizona menggugat L’Oreal SA dan anak usahanya di Amerika Serikat. Perusahaan kosmetik tersebut dituding menyembunyikan informasi mengenai risiko kanker yang diduga terkait dengan penggunaan produk pelurus rambut yang mereka pasarkan.

Mengutip Reuters, Minggu (13/9/2026), gugatan diajukan Jaksa Agung Arizona Kristin Mayes pada Kamis malam waktu setempat di pengadilan negara bagian. Langkah tersebut menjadikan Arizona sebagai negara bagian pertama yang mengajukan gugatan terkait dugaan risiko kanker dari produk pelurus rambut.

Dalam gugatannya, pemerintah Arizona menuduh L’Oreal melanggar undang-undang perlindungan konsumen negara bagian dengan memasarkan produk pelurus rambut tanpa memberikan peringatan mengenai dugaan risiko kanker ovarium dan kanker rahim. Produk-produk tersebut, sebagian besar digunakan oleh perempuan Afrika-Amerika.

Pihak negara bagian menuntut penalti dan ganti rugi, serta perintah pengadilan yang mewajibkan L’Oreal menghentikan penjualan produk tersebut kecuali jika mereka memberikan peringatan mengenai risiko kanker.

Dalam gugatannya, Arizona menuding L’Oreal dan perusahaan terkait telah memanfaatkan tekanan sosial serta standar kecantikan diskriminatif yang selama berabad-abad memengaruhi masyarakat keturunan Afrika. Praktik tersebut dinilai dilakukan dengan mengutamakan keuntungan perusahaan dibandingkan keselamatan konsumen.

Gugatan ini muncul saat perusahaan tersebut menghadapi lebih dari 12.000 gugatan serupa yang diajukan oleh wanita atau keluarga mereka. Gugatan-gugatan tersebut telah dikonsolidasikan di pengadilan federal Chicago sebagai bagian dari proses litigasi multidistrik-sebuah prosedur yang dirancang untuk mengelola gugatan yang diajukan di berbagai yurisdiksi secara lebih efisien.

Juru bicara L’Oreal USA mengatakan perusahaan meyakini produknya aman. Menurutnya, berbagai klaim yang diajukan terhadap perusahaan tidak memiliki dasar hukum maupun ilmiah.

Studi Tahun 2022

Produk-produk tersebut, yang dipasarkan dengan nama Dark and Lovely, Optimum, dan merek lainnya, menjanjikan pelurusan permanen bagi rambut bertekstur.

Gugatan-gugatan awal mulai muncul setelah diterbitkannya studi tahun 2022 oleh National Institutes of Health (NIH). Studi tersebut menemukan bahwa wanita yang menggunakan produk-produk itu beberapa kali dalam setahun memiliki risiko lebih dari dua kali lipat lebih tinggi untuk menderita kanker rahim.

Juru bicara L’Oreal mengatakan pada hari Jumat bahwa studi tersebut tidak menemukan adanya hubungan sebab-akibat antara penggunaan produk-produk itu dengan kondisi kesehatan apa pun yang didalilkan oleh para penggugat.

Gugatan-gugatan tersebut menuntut ganti rugi untuk mengompensasi rasa sakit dan penderitaan yang dialami para wanita, serta ganti rugi ekonomi untuk biaya medis dan harga pembelian produk, di antara tuntutan lainnya.

Gugatan hukum tersebut menyeret L’Oreal, serta Revlon dan produsen produk lainnya. Revlon juga telah membantah adanya kaitan antara kanker dan produk-produk tersebut.

Berdasarkan catatan pengadilan, proses litigasi lintas wilayah (multidistrict litigation) terus berjalan, dan persidangan dapat dimulai tahun depan.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *