
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten terafiliasi Happy Hapsoro, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melakukan divestasi bisnis salah satu anak usahanya di bidang kayu, PT Interkayu Nusantara (IKN). Divestasi tersebut dilakukan dengan menjual seluruh kepemilikan saham SINI di IKN sebesar 54% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor.
Transaksi divestasi tersebut telah dilaksanakan pada 14 September 2026. SINI menjual sebanyak 54% saham IKN kepada Hendra Hasan Kustarjo sebagaimana dituangkan dalam Akta Jual Beli Saham No. 13 tertanggal 14 September 2026.
“Nilai keseluruhan transaksi tersebut mencapai Rp31,8 miliar,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa, (15/9/2026).
Adapun yang bertindak sebagai pembeli di aksi ini adalah Hendra Hasan Kustarjo. Perseroan menegaskan bahwa dia bukan merupakan pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan SINI.
SINI menyatakan transaksi divestasi IKN merupakan bagian dari langkah perseroan dalam melakukan penataan dan optimalisasi portofolio investasinya. Perseroan juga menyebut transaksi tersebut tidak memiliki dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan.
Terlepas dari aksi divestasi tersebut, SINI sebelumnya menjadi target pengambilalihan oleh emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). CUAN berencana mengambil alih SINI melalui entitas anaknya, PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk.
Dalam rencana tersebut, CUAN membidik posisi sebagai pemegang saham terbesar SINI sekaligus menjadi pengendali perseroan. Namun, rencana pengambilalihan tersebut masih dalam tahap negosiasi dengan para pemegang saham SINI terkait mekanisme transaksi, harga, serta waktu penyelesaian.
Dengan demikian, rencana pengambilalihan SINI oleh CUAN masih bergantung pada hasil negosiasi serta pemenuhan seluruh persyaratan dan persetujuan yang diperlukan. CUAN menyatakan melalui entitas anaknya akan menjadi pemegang saham terbesar SINI dan memiliki pengendalian terhadap arah, kebijakan perusahaan, serta manajemen SINI.
Setelah rencana pengambilalihan selesai, CUAN juga menyatakan akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kewajiban tersebut akan dijalankan oleh CUAN sebagai calon pengendali baru SINI.
Seiring pemberitaan ini, saham SINI naik 4,96% ke angka Rp13.750 per perdagangan kemarin, Selasa, (13/9/2026). Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp16,53 triliun.
(ayh/ayh)
Leave a comment