Home Finance Trenggono Permak Pelabuhan Ikan Cirebon Rp459 M-Bisa Tampung 500 Kapal
Finance

Trenggono Permak Pelabuhan Ikan Cirebon Rp459 M-Bisa Tampung 500 Kapal

Share
Trenggono Permak Pelabuhan Ikan Cirebon Rp459 M-Bisa Tampung 500 Kapal
Share




Jakarta, CNBC Indonesia Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelontorkan investasi sekitar Rp459 miliar untuk mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membidik proyek tersebut bisa balik modal dalam waktu sekitar 8 tahun.

Trenggono mengatakan, pembangunan PPN Kejawanan resmi dimulai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dilakukannya pada Kamis (17/9/2026). Berdasarkan perhitungan proyek, tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) ditargetkan mencapai sekitar 15,5%.

“IRR atau Internal Rate of Return-nya 15,5%. Lalu payback period-nya itu 8 tahun,” kata Trenggono usai groundbreaking.

Investasi tersebut diarahkan untuk mengubah PPN Kejawanan menjadi pelabuhan perikanan yang memiliki kapasitas lebih besar dan terintegrasi dengan aktivitas bisnis hasil tangkapan hingga produk ekspor.

Adapun pembangunan PPN Kejawanan merupakan bagian dari Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Project Phase-I (IDN-1055) yang dibiayai melalui pinjaman luar negeri Islamic Development Bank (IsDB).

Proyek yang dikerjakan PT Nindya Karya dan PT Sumber Teknik Konstruksi ini memiliki masa konstruksi 730 hari kalender atau sekitar 24 bulan, terhitung sejak 3 Agustus 2026 hingga 2 Agustus 2028.

Setelah pembangunan rampung, kapasitas kapal yang dapat ditampung PPN Kejawanan diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 241 kapal menjadi 500 kapal. Produksi ikan juga ditargetkan melonjak dari 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun.

Peningkatan aktivitas pelabuhan tersebut diproyeksikan mendorong penyerapan tenaga kerja dari 2.900 orang menjadi 8.000 orang. Sementara kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ditargetkan meningkat dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif mengatakan, pembangunan PPN Kejawanan diarahkan untuk menjadikan pelabuhan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan dan produk ekspor perikanan.

“Tujuan pembangunan ini adalah menyiapkan pelabuhan perikanan sebagai pusat bisnis untuk hasil tangkapan dan ekspor produk perikanan, dengan layanan one stop service, one stop solution untuk nelayan dan pelaku usaha lokal dengan produk yang berdaya saing internasional,” kata Lotharia dalam kesempatan yang sama.

Untuk mencapai target tersebut, pembangunan mencakup infrastruktur sisi laut dan darat. Di sisi laut, pekerjaan meliputi breakwater, revetment, groin, reklamasi, kolam pelabuhan, serta dermaga untuk kapal besar dan kecil.

Sedangkan di sisi darat akan dibangun kantor administrasi dan syahbandar, gedung Balai Besar Perikanan Penangkapan Ikan (BBPI), tempat pelelangan ikan (TPI), kios UMKM, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Dari sisi kawasan, luas lahan PPN Kejawanan akan diperluas dari 28 hektare menjadi 42,8 hektare. Luas kolam pelabuhan juga meningkat dari 11 hektare menjadi 26 hektare.

Pengembangan ini diharapkan membuat PPN Kejawanan menjadi pelabuhan perikanan yang modern, berwawasan lingkungan, memiliki ketertelusuran yang baik, sekaligus mendukung pelaksanaan kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT).




Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *