Jakarta, CNBC Indonesia – Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah bangsa. Salah satu pesantren terbesar di Indonesia adalah Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Jawa Timur.
Pondok pesantren Gontor resmi berdiri berdiri pada 20 September 1926, yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1345 H.
Gontor akan merayakan usia 100 tahun pada Minggu (20/9/2026).
Selama satu abad itu pula, Gontor tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga berperan dalam pembentukan moral, kehidupan sosial, hingga perjuangan masyarakat Muslim di Nusantara.
Gontor telah melahirkan sejumlah tokoh penting Indonesia, di antaranya KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Hidayat Nur Wahid, politikus dan Wakil Ketua MPR RI yang pernah menjabat Ketua MPR periode 2004-2009, Lukman Hakim Saifuddin dan KH Muhammad Maftuh Basyuni, yang pernah menjabat Menteri Agama RI hingga cendekiawan Muslim Indonesia Nurcholish Madjid (Cak Nur) dan budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Sabtu (19/9/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden) Foto: (YouTube/Sekretariat Presiden)
|
Namun, di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman, pesantren menghadapi tantangan baru. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kecenderungan menurunnya minat masyarakat terhadap sebagian pesantren, terutama lembaga yang belum mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan. Pesantren juga memiliki fungsi strategis sebagai pusat pembentukan karakter, pendidikan moral, dakwah, serta kaderisasi umat.
Data https://emis.kemenag.go.id menunjukkan jumlah santri yang belajar di musim ajaran 2026/2027 ganjil tercatat 2.053.652 atau turun 30% dibandingkan musim ajaran genap 2025/2026.
Jawa Timur sendiri masih menjadi wilayah dengan jumlah santri terbanyak yakni 517813 yang tersebar di 7.430 lembaga dan diampu oleh 2.009 ustadz.
Berikut provinsi di Indonesia dengan jumlah santri terbanyak:
(mae/mae)

Leave a comment