Jakarta, CNBC Indonesia – Alam liar menyimpan berbagai jenis hewan dengan kemampuan bertahan hidup yang luar biasa.
Sebagian memiliki taring dan cakar kuat, sementara lainnya mengandalkan racun, kecepatan, sengatan hingga perilaku agresif ketika merasa terancam.
Ukuran tubuh juga bukan satu-satunya ukuran bahaya.
Hewan berukuran kecil seperti nyamuk, semut peluru dan gurita cincin biru juga dapat menimbulkan risiko serius melalui penyakit, sengatan atau racun yang dimilikinya.
Gurita Cincin Biru. (Dok. Magnific) Foto: Gurita Cincin Biru. (Dok. Magnific)
|
Sebaliknya, sejumlah hewan berukuran besar seperti kerbau Afrika, beruang kutub, kuda nil dan bison dapat menjadi berbahaya ketika didekati, terkejut atau merasa wilayahnya terganggu.
Berikut 20 hewan yang sebaiknya tidak didekati ketika ditemui di alam liar:
Daftar tersebut menunjukkan bahwa ancaman di alam liar datang dalam berbagai bentuk
Hewan besar seperti harimau, beruang dan buaya mengandalkan ukuran serta kekuatan fisik, sementara sejumlah hewan lain menggunakan mekanisme pertahanan yang lebih sulit terlihat, seperti racun dan sengatan.
Beberapa hewan juga tidak perlu menjadi predator untuk membahayakan manusia. Kuda nil, bison, kasuari hingga moose dapat menyerang ketika merasa terancam.
Bison are seen in the city zoo in Kyiv, Ukraine, March 3, 2022. REUTERS/Gleb Garanich Foto: REUTERS/GLEB GARANICH
|
Bahkan hewan yang terlihat lambat atau tidak agresif tetap dapat memiliki mekanisme pertahanan yang kuat.
Sementara itu, ukuran kecil tidak selalu berarti aman. Gurita cincin biru, semut peluru, siput kerucut dan nyamuk menunjukkan bahwa hewan berukuran kecil juga dapat menimbulkan risiko melalui racun, sengatan atau penyakit.
Banyak yang Hidup di Indonesia
Menurut Biodiversitas Nusantara dan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), dari 20 hewan dalam daftar tersebut, beberapa di antaranya juga dapat ditemukan di Indonesia.
Gurita cincin biru, misalnya, telah tercatat di 11 provinsi, termasuk Papua Barat, Bali, Sulawesi Utara, Maluku dan Nusa Tenggara.
Indonesia juga menjadi habitat kasuari dan harimau Sumatera.
Burung Kasuari. (Dok. Pixabay) Foto: Burung Kasuari. (Dok. Pixabay)
|
Kasuari tercatat dalam daftar fauna dilindungi Indonesia, sementara harimau Sumatera merupakan satu-satunya subspesies harimau yang masih hidup di Indonesia.
Sebagian hewan dalam daftar yang terlihat seperti ancaman dari alam liar di berbagai belahan dunia ternyata bukan sesuatu yang sepenuhnya jauh dari Indonesia.
Beberapa di antaranya hidup di hutan, pesisir hingga perairan Nusantara.
Hewan yang terlihat tenang sekalipun tetap merupakan satwa liar dengan perilaku dan mekanisme pertahanan alaminya sendiri.
Mengamati dari jauh menjadi pilihan yang lebih aman daripada mencoba mendekati atau menyentuhnya.
(mae/mae)



Leave a comment