Home Finance Kinerja Tumbuh Pesat, InJourney Masuk 100 Perusahaan Terbesar RI
Finance

Kinerja Tumbuh Pesat, InJourney Masuk 100 Perusahaan Terbesar RI

Share
Kinerja Tumbuh Pesat, InJourney Masuk 100 Perusahaan Terbesar RI
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kembali masuk daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia. InJourney juga mendapatkan Special Award “Fastest Growing by Growth in Profit” sebagai pengakuan atas pertumbuhan profit perusahaan untuk tahun buku 2025.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengungkapkan penghargaan ini menjadi pengakuan yang membanggakan karena menunjukkan skala InJourney sekaligus pertumbuhan kinerja profitabilitasnya, di tengah berbagai tantangan di tahun 2025.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari konsistensi transformasi yang terus menerus dijalankan oleh InJourney. Namun yang perlu digarisbawahi, transformasi bisnis yang dilakukan InJourney bukan semata-mata untuk mendorong pertumbuhan guna pencapaian kinerja finansial, akan tetapi juga bagaimana membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang semakin terintegrasi, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi Indonesia,” tutur dia dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Dia menjelaskan transformasi bisnis yang dilakukan dalam empat tahun terakhir mengubah InJourney dari perusahaan dengan profitabilitas rendah dan leverage tinggi menjadi perusahaan dengan kinerja laba yang kuat dan menciptakan nilai bagi perekonomian. Selain itu, strategi bisnis dibuat untuk memperkuat fundamental perusahaan sekaligus pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kinerja 2025 menunjukkan penguatan profitabilitas dan struktur keuangan InJourney. Kinerja tersebut diperoleh melalui penerapan strategi bisnis yang tepat, eksekusi aksi korporasi yang transformatif, dan pengelolaan risiko yang efektif,” terang Maya.

Hasilnya, InJourney membukukan pendapatan Rp35,0 triliun, EBITDA Rp15,4 triliun, dan laba bersih Rp6,8 triliun atau 218,1% dari target, tumbuh 171,8% YoY. Selain itu, InJourney juga mendapatkan peringkat idAAA/Stable Outlook dari PEFINDO.

Sepanjang 2025, InJourney melanjutkan transformasi dan pengembangan aset secara terintegrasi di berbagai lini ekosistem aviasi dan pariwisata sebagai upaya membangun destinasi dan pengalaman perjalanan berkualitas. Transformasi dilakukan secara fundamental dan tidak hanya berorientasi pada kualitas infrastruktur, tetapi juga pada optimalisasi fungsi aset, penguatan nilai komersial, serta penciptaan pengalaman yang lebih relevan bagi wisatawan dan pengguna jasa.

Transformasi mencakup revitalisasi fasilitas dan passenger experience di bandara, transformasi Borobudur dengan mengembangkan kawasan dan infrastruktur pendukung pariwisata Borobudur, pengembangan destinasi pariwisata health and wellness di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, serta penguatan atraksi, amenitas dan fasilitas publik di TMII.

Di sisi retail, pengembangan jaringan Sarinah di berbagai bandara turut memperkuat kehadiran produk dan brand Indonesia dalam perjalanan wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM dengan ekosistem aviasi dan pariwisata.

“Langkah-langkah tersebut menandai fokus InJourney pada peningkatan kualitas layanan, pengalaman wisatawan, nilai komersial aset, serta integrasi ekosistem aviasi dan pariwisata,” tambah Maya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney, Yudi Rizkyardie Darun menjelaskan pertumbuhan profit yang dicapai InJourney merupakan hasil dari upaya menjaga keseimbangan antara akselerasi bisnis, peningkatan efisiensi, penguatan fundamental keuangan, serta penerapan manajemen risiko yang disiplin.

“Ke depan, kami akan terus memastikan setiap langkah pertumbuhan dilakukan secara prudent dan terukur sehingga mampu memperkuat kesehatan perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar dia.

Sebagai informasi, pemeringkatan ini berdasarkan besaran pendapatan (revenue) perusahaan pada tahun fiskal 2025. Untuk masuk ke daftar ini, perusahaan harus membukukan pendapatan sedikitnya Rp12,31 triliun berdasarkan kinerja tahun fiskal 2025. Ambang batas tersebut naik 7,85% dibandingkan tahun lalu.

Secara keseluruhan, total pendapatan 100 perusahaan tahun ini mencapai Rp6.224,01 triliun. Jika dibandingkan dengan PDB nominal Indonesia 2025 sebesar Rp23.821,1 triliun, total pendapatan setara dengan sekitar 26,1% dari PDB nasional.

(dpu/dpu)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *