
Jakarta, CNBC Indonesia – Diagnosis kanker ginjal tentu langsung menimbulkan kekhawatiran, “Apakah ginjal saya harus diangkat semua?”. Namun, rupanya tidak semua kasus memerlukan pengangkatan seluruh ginjal. Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan nefrektomi parsial, yaitu prosedur untuk mengangkat bagian ginjal yang terdapat tumor sekaligus mempertahankan jaringan ginjal.
Dalam prosedur tersebut, teknologi robotik seperti da Vinci Xi dapat digunakan untuk membantu dokter melakukan pembedahan secara lebih presisi dan terkontrol.
Menurut Dokter Syamsu Hudaya, dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, teknologi robotik dalam tindakan nefrektomi parsial tidak bekerja secara mandiri. Dokter tetap memegang kendali sebelum dan selama operasi, sementara sistem robotik membantu dalam mengoptimalkan gerakan instrumen sehingga tindakan dapat dilakukan dengan lebih terkontrol.
“Sebelum operasi, pasien mendapat arahan mengenai persiapan, termasuk aturan makan dan minum serta obat yang perlu dilanjutkan atau dihentikan. Saat operasi, pasien diberikan bius total, kemudian dokter mengendalikan tindakan menggunakan robot da Vinci Xi, sementara kamera 3D membantu melihat area operasi dengan lebih jelas,” tutur dr. Syamsu dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, instrumen robotik membantu dokter melakukan gerakan yang lebih stabil, presisi, dan fleksibel untuk mengangkat tumor pada area ginjal yang sempit atau kompleks, sambil mempertahankan jaringan ginjal yang masih sehat.
Tindakan nefrektomi parsial dengan teknologi robotik dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pasien, termasuk membantu mengurangi risiko kehilangan darah selama operasi, mempersingkat masa rawat inap, dan mempertahankan fungsi ginjal senormal mungkin pasca operasi.
Lantas, siapa yang perlu menjalani nefrektomi parsial?
“Nefrektomi parsial umumnya dipertimbangkan untuk tumor berukuran ideal di bawah 7 cm, jika lokasi dan kondisinya memungkinkan tumor diangkat tanpa mengangkat seluruh ginjal. Namun, ukuran tersebut bukan batas mutlak, karena tumor yang lebih besar juga dapat dipertimbangkan setelah dokter menilai kondisi pasien dan tumornya,” jelas dr. Syamsu lagi.
Syamsu menambahkan, bahwa nefrektomi parsial juga dapat dipertimbangkan pada pasien yang hanya memiliki satu ginjal, memiliki beberapa tumor kecil atau tumor pada kedua ginjal, serta pasien yang berisiko mengalami penyakit ginjal kronis.
Untuk menentukan penanganan, dokter akan melakukan USG, CT scan Urografi dengan kontras, MRI dengan kontras. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menilai ukuran, lokasi, dan karakteristik tumor.
Pada pasien tertentu, SPECT-CT Scan juga dapat digunakan untuk menilai fungsi masing-masing ginjal, terutama pada pasien dengan satu ginjal, gangguan fungsi ginjal, atau tumor pada kedua ginjal.
“Setelah kanker terdiagnosis, dokter akan menentukan stadium penyakit untuk mengetahui sejauh mana kanker berkembang dan menentukan apakah pasien dapat menjalani nefrektomi parsial, pengangkatan seluruh ginjal, atau penanganan lainnya,” terang dr. Syamsu.
Teknologi Robotik Dukung Tindakan Bedah
Perkembangan teknologi bedah memungkinkan semakin banyak tindakan kompleks yang dilakukan secara minimal invasif, termasuk prosedur nefrektomi parsial. Deteksi dan diagnosis yang akurat membantu dokter menentukan penanganan yang tepat sesuai kondisi.
Tahir Uro-Nephrology Center di Mayapada Hospital menyediakan layanan untuk menangani berbagai gangguan sistem ginjal dan saluran kemih dengan dukungan tim multidisiplin, mulai dari deteksi dini dan diagnosis, hingga penanganan.
Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga menghadirkan teknologi robotik da Vinci Xi untuk mendukung tindakan bedah secara lebih presisi dan terarah sesuai kebutuhan pasien. Teknologi robotik turut melengkapi layanan Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan, khususnya dalam mendukung tindakan bedah pada berbagai kasus kanker, bersama tim dokter multidisiplin.
Pasien dapat berkonsultasi mengenai penanganan kanker sesuai kondisi masing-masing dengan menjadwalkan konsultasi bersama dokter di Mayapada Hospital melalui Call Center 150770 atau WhatsApp 0817-17-150770.
Bila terjadi kondisi gawat darurat medis, pasien dapat menghubungi Emergency Call 150990, atau emergency call button di aplikasi MyCare. Aplikasi ini juga menyediakan fitur Personal Health untuk membantu memantau kebugaran, seperti detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
(bul/bul)
Leave a comment