
Jakarta, CNBC Indonesia – Ketika nyeri lutut akibat osteoartritis (pengapuran sendi) tak kunjung membaik meski sudah menjalani berbagai pengobatan, mulai muncul pertanyaan, “Apakah memang perlu operasi?”. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah knee replacement atau operasi penggantian sendi lutut.
Bagi mereka yang masih aktif bekerja atau berolahraga, keputusan ini tentu bukan hal kecil. Karena itu, penting memahami kapan knee replacement diperlukan, termasuk pilihan metode robotik yang kini telah tersedia.
Menurut Dokter Marvin Pili, Sp.OT, Subsp. PL(K) dari Mayapada Hospital Kuningan, keputusan menjalani knee replacement perlu dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi terhadap keluhan pasien dan kondisi sendi.
“Bila hasil pemeriksaan rontgen (x-ray) menunjukkan kerusakan sendi yang sudah berat (gradeIII-IV) dan mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga menurunkan kualitas hidup pasien, maka Knee Replacement dapat dipertimbangkan,” terang dr. Marvin dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Bagi pasien yang masih relatif muda dan aktif, pertimbangan ini menjadi semakin penting.
“Knee replacement umumnya lebih banyak dipertimbangkan pada pasien usia lanjut, namun jika kerusakan sendi yang berat sudah terjadi pada usia muda akibat penyakit atau trauma, dokter dapat mempertimbangkan pilihan tindakan lain terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan tindakan knee replacement,” ujar dr. Marvin.
Dalam perkembangannya, knee replacement juga dapat dilakukan dengan teknologi robotik, seperti yang sudah digunakan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), Mayapada Hospital Surabaya (MHSB), dan Mayapada Hospital Kuningan (MHKN).
Prosedur knee replacement juga didukung oleh protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) yang mengoptimalkan perawatan sejak sebelum operasi hingga masa pemulihan untuk mengurangi stres operasi, mengurangi rata-rata lama rawat inap dari lima hari menjadi 1,6 hari, mempercepat pemulihan, serta menurunkan risiko komplikasi. Protokol ERAS® telah diterapkan di MHSB dan MHJS melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin untuk mendukung pemulihan dan hasil klinis yang optimal.
Hingga saat ini, Mayapada Hospital menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang meraih sertifikasi ERAS® untuk prosedur knee replacement robotik.
Dokter Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT, Subsp. PL(K), dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, ‘operasi robotik’ bukan berarti robot menggantikan dokter melakukan operasi.
“Dengan dukungan teknologi tersebut, dokter tetap menjadi pihak yang mengambil keputusan klinis dan melakukan tindakan operasi, sementara sistem robotik berperan sebagai alat bantu untuk mendukung dokter dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan prosedur secara lebih terukur,” ungkap dia.
“Bagi pasien, robotik knee replacement dapat membantu meningkatkan presisi operasi, mendapatkan stabilitas sendi yang lebih baik, serta penempatan implan yang dapat disesuaikan dengan anatomi pasien, meminimalkan trauma jaringan dan risiko perdarahan, mengurangi kekakuan lutut, serta mendukung pemulihan agar pasien berpotensi kembali beraktivitas lebih cepat,” tambah dr. Sunaryo.
Menurut dr. Sunaryo, banyak pasien dapat mulai latihan berdiri dan berjalan dalam waktu relatif cepat setelah operasi.
“Fisioterapis akan membantu pasien melatih kekuatan otot, menekuk lutut, berjalan, hingga naik-turun tangga secara bertahap. Setelah diperbolehkan pulang, sebagian besar pasien dapat melanjutkan pemulihan di rumah. Aktivitas sehari-hari dapat dilakukan kembali dalam beberapa hari, meskipun waktu pemulihan setiap pasien dapat berbeda,” pungkas dr. Sunaryo.
Kini masyarakat tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapat penanganan advanced knee replacement, karena layanan ini tersedia di dalam negeri. Orthopedic Center Mayapada Hospital menyediakan layanan komprehensif untuk berbagai kondisi ortopedi, mulai dari deteksi dini, diagnosis, terapi dan tindakan, hingga perawatan pasca-tindakan, termasuk prosedur knee replacement dengan teknologi robotik, didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis ortopedi dalam Orthopedic Board yang berkolaborasi dalam inovasi layanan, pengembangan SDM, dan standardisasi layanan Orthopedic Center Mayapada Hospital.
Berbagai informasi seputar Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Tips and Articles di MyCare, dan fitur fitur Personal Health untuk menghitung langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).
(dpu/dpu)
Leave a comment