Home Finance Miris! Mati Lampu Terus Terjadi di Sini, Tapi Tagihan Listrik Mau Naik
Finance

Miris! Mati Lampu Terus Terjadi di Sini, Tapi Tagihan Listrik Mau Naik

Share
Miris! Mati Lampu Terus Terjadi di Sini, Tapi Tagihan Listrik Mau Naik
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis pasokan listrik parah telah membuat para konsumen di Kota Lapu-Lapu, Filipina, terus dihantui oleh pemadaman bergilir. Mengutip Manila Times, Senin (28/9/2026), hal ini membuat Dewan Kota Lapu-Lapu menuntut langkah konkret dari otoritas setempat untuk mengatasi kekurangan pasokan tersebut.

Perwakilan dari tiga lembaga listrik Filipina dipanggil untuk menghadiri sesi tanya jawab khusus. Mereka antara lain National Grid Corp of the Philippines (NGCP), Komisi Pengaturan Energi (ERC), dan Mactan Electric Co. (MECO).

Wakil Wali Kota Lapu-Lapu Celedonio Sitoy, yang memimpin sesi tersebut, mengungkapkan bahwa pihak NGCP tidak dapat memberikan kerangka waktu yang pasti terkait kapan pemadaman bergilir ini akan dihentikan. Beberapa pembangkit listrik masih belum tersedia dan secara keseluruhan kapasitas pembangkitan dinilai sangat tidak memadai.

“NGCP membahas masalah ini, dan kami benar-benar kekurangan pasokan daya. Mereka menyarankan penambahan pembangkit listrik. Mereka mengatakan ada pembangkit yang rusak yang tidak dapat diperbaiki lagi,” ungkapnya.

Sitoy memproyeksikan bahwa krisis kekurangan pasokan ini bisa terus berlanjut hingga lebih dari dua bulan ke depan. Mengingat, kapasitas pembangkitan ekstra sangat dibutuhkan untuk menutup kesenjangan pasokan.

“Masalahnya benar-benar karena kurangnya daya pembangkitan. Kami membutuhkan daya pembangkitan dalam jumlah besar,” paparnya lagi.

Darurat listrik ini terjadi di tengah peringatan siaga kuning dan merah yang berulang kali menghantam jaringan kelistrikan (grid) Visayas dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini akibat penurunan kapasitas pembangkit serta terbatasnya impor listrik dari wilayah Mindanao.

Pada 23 September misalnya, status pemenuhan listrik di kota adalah siaga kuning dari pukul 17.00 hingga 20.00 waktu setempat. Saat itu, jaringan hanya memiliki kapasitas tersedia sebesar 2.607 megawatt (MW), untuk menghadapi proyeksi beban puncak 2.418 MW, sementara sekitar 886,5 MW kapasitas pembangkit dilaporkan tidak tersedia.

Tagihan Listrik Malah Naik

Meski pemadaman bergilir sering terjadi, lonjakan tarif listrik justru dialami pelanggan. Konsumen di kota itu mendapatkan sejumlah biaya ekstra dari operator, MECO.

MECO berkilah bahwa peran mereka yang sebatas utilitas distribusi membuat mereka hanya memiliki kontrol terbatas atas biaya pembangkitan dan transmisi. Biaya yang diperdebatkan tersebut mencakup pembayaran kepada pemasok daya, biaya pemanfaatan transmisi oleh NGCP, hingga biaya layanan tambahan untuk menyediakan daya cadangan demi stabilitas jaringan.

Guna meredam krisis, dewan kota diketahui telah mengesahkan serangkaian resolusi dalam beberapa bulan terakhir. Pada 15 Juli, mereka menyetujui Resolusi No. 17-2233-2026 yang mendesak Departemen Energi (DOE) dan ERC untuk mengaudit biaya langganan MECO serta prosedur penagihannya.

Pada 7 September, dewan kembali mengesahkan Resolusi No. 17-2518-2026 yang mewajibkan MECO untuk merilis jadwal pemadaman bergilir yang akurat dan terperinci. Puncaknya, pada 16 September, resolusi No. 17-2524-2026 disetujui untuk memanggil paksa perwakilan NGCP, ERC, dan MECO ke dalam sesi tanya jawab dewan kota.

(tps/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *