Home Finance Arab, Latin, Arti, Waktu, Tata Caranya
Finance

Arab, Latin, Arti, Waktu, Tata Caranya

Share
Arab, Latin, Arti, Waktu, Tata Caranya
Share



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Salat tahajud merupakan salah satu salat sunah yang dikerjakan pada malam hari. Sebelum melaksanakannya, umat Islam perlu mengetahui niat sholat tahajud, waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, dan tata caranya.

Niat sholat tahajud dua rakaat umumnya dilafalkan dalam bahasa Arab. Namun, yang perlu dipahami, niat pada dasarnya merupakan maksud di dalam hati. Lafaz yang diucapkan dengan lisan merupakan rumusan yang digunakan dalam literatur fikih, bukan bacaan yang secara khusus diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW.

Berikut bacaan niat sholat tahajud, waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, serta tata caranya.

Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat

Bacaan niat sholat tahajud dua rakaat yang umum digunakan adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillāhi ta’ālā.

Artinya:

“Aku berniat salat sunah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Lafaz tersebut tercantum dalam rujukan fikih yang digunakan dalam tradisi keilmuan Islam di Indonesia. NU Online, misalnya, mengutip lafaz tersebut dari Perukunan Melayu. Karena itu, lafaz ini sebaiknya disebut sebagai lafaz niat yang umum digunakan dalam fikih, bukan sebagai bacaan yang secara tekstual diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Apakah Niat Sholat Tahajud Harus Dilafalkan?

Tidak harus dilafalkan dengan lisan.

Inti niat adalah kesengajaan dalam hati untuk melakukan ibadah yang hendak dikerjakan. Dalam praktik fikih mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia, melafalkan niat dapat dilakukan untuk membantu menghadirkan maksud tersebut, tetapi lafaz itu sendiri bukan satu-satunya penentu sahnya niat.

Karena itu, seseorang yang tidak hafal lafaz Arab tetap dapat melaksanakan salat tahajud dengan menghadirkan niat di dalam hati untuk mengerjakan salat sunah tahajud karena Allah Ta’ala.

Apa Itu Sholat Tahajud?

Tahajud adalah salat sunah pada malam hari. Dalam pengertian fikih yang menjadi rujukan kuat di Indonesia, tahajud dilakukan setelah seseorang tidur, kemudian bangun untuk melaksanakan salat.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa salat tahajud adalah salat sunah pada malam hari setelah tidur. Penjelasan tersebut juga menyebut bahwa tidur meskipun hanya sebentar sudah termasuk tidur yang dimaksud dalam pembahasan ini.

Al-Qur’an menyebut tahajud dalam Surat Al-Isra ayat 79:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Artinya:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

(QS Al-Isra: 79).

Kapan Waktu Sholat Tahajud?

Waktu salat tahajud adalah pada malam hari, setelah salat Isya dan setelah tidur, hingga sebelum masuk waktu Subuh.

Dengan demikian, orang yang belum tidur kemudian mengerjakan salat sunah setelah Isya tetap dapat melakukan salat malam, tetapi menurut pengertian fikih yang mensyaratkan tidur terlebih dahulu, salat tersebut tidak disebut sebagai tahajud.

Kementerian Agama menyebut pendapat bahwa tahajud dilakukan setelah tidur sebagai pendapat yang kuat (mu’tamad) dalam pembahasan fikih tersebut.

Adapun waktu sepertiga malam terakhir memiliki keutamaan untuk memperbanyak salat, doa, dan istigfar. Dalam hadis Sahih Al-Bukhari, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan sepertiga malam terakhir bagi orang yang berdoa, memohon, dan meminta ampun kepada Allah.

Berapa Rakaat Sholat Tahajud?

Salat tahajud dapat dilakukan dua rakaat. Salat malam dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar:

“Salat malam itu dua rakaat-dua rakaat.”

Karena itu, seseorang dapat mengerjakan dua rakaat kemudian salam dan melanjutkannya dengan dua rakaat berikutnya apabila ingin menambah salat malam.

Tidak tepat menyebut bahwa tahajud hanya sah apabila dilakukan dengan jumlah rakaat tertentu, misalnya harus delapan atau sebelas rakaat. Hadis menunjukkan adanya riwayat mengenai jumlah salat malam Nabi Muhammad SAW yang berbeda. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi tidak melebihi sebelas rakaat dalam Ramadan maupun di luar Ramadan dalam salah satu riwayat Sahih Al-Bukhari.

Riwayat lain juga menyebut jumlah tiga belas rakaat untuk salat malam, dengan rincian yang mencakup witir dan, dalam salah satu riwayat, dua rakaat sunah Fajar. Karena itu, jumlah rakaat tidak seharusnya disederhanakan menjadi satu angka yang wajib bagi semua orang.

Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat

Berikut tata cara salat tahajud dua rakaat secara umum:

  1. Tidur terlebih dahulu pada malam hari.

  2. Bangun untuk melaksanakan salat tahajud.

  3. Berwudu dan mempersiapkan diri untuk salat.

  4. Menghadirkan niat salat tahajud di dalam hati.

  5. Bagi yang terbiasa melafalkan niat, membaca:

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillāhi ta’ālā.

  6. Melaksanakan salat dua rakaat sebagaimana salat sunah pada umumnya.

  7. Setelah rakaat kedua, melakukan tasyahud akhir kemudian salam.

Tidak ada ketentuan dalam hadis Sahih Bukhari yang mewajibkan surat tertentu untuk dibaca setelah Al-Fatihah dalam salat tahajud. Karena itu, tidak tepat menyatakan bahwa seseorang wajib membaca surat tertentu pada rakaat pertama atau kedua.

Apakah Sholat Tahajud Harus Setelah Tidur?

Menurut pengertian tahajud yang menjadi rujukan kuat dalam fikih Syafi’iyah, ya, tahajud dilakukan setelah tidur.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa seseorang perlu tidur terlebih dahulu, meskipun hanya sebentar, kemudian bangun dan melaksanakan salat tahajud. Apabila seseorang belum tidur, ia tetap dapat mengerjakan salat sunah malam, tetapi salat tersebut tidak disebut tahajud menurut pengertian ini.

NU Online juga menjelaskan bahwa tahajud dalam pengertian yang digunakan dalam kitab Fashalatan dilakukan setelah tidur.

Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Witir?

Salat malam dan witir memiliki pembahasan tersendiri.

Hadis Sahih Al-Bukhari menjelaskan salat malam dilakukan dua rakaat-dua rakaat dan kemudian ditutup dengan witir apabila seseorang hendak mengakhiri salat malamnya.

Bagi seseorang yang sudah mengerjakan witir sebelum tidur karena khawatir tidak dapat bangun malam, kemudian ternyata terbangun, ia masih dapat melakukan salat malam. Namun, tidak perlu mengulang salat witir dua kali dalam satu malam.

Keutamaan Sholat Tahajud

Tahajud termasuk ibadah malam yang disebut secara khusus dalam Al-Qur’an. Surat Al-Isra ayat 79 menyebut tahajud sebagai ibadah tambahan.

Selain itu, hadis Sahih Al-Bukhari menunjukkan keutamaan waktu sepertiga malam terakhir untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah.

Keutamaan tersebut tidak berarti bahwa doa seseorang otomatis pasti dikabulkan dalam bentuk yang diinginkannya. Karena itu, klaim semacam “setelah tahajud semua keinginan pasti terkabul” sebaiknya tidak digunakan sebagai penjelasan hukum atau keutamaan yang bersumber dari dalil.

Kesimpulan

Niat sholat tahajud dua rakaat yang umum digunakan adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillāhi ta’ālā.

Artinya, “Aku berniat salat sunah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Lafaz tersebut merupakan rumusan niat yang digunakan dalam literatur fikih, bukan hadis yang secara tekstual mengajarkan lafaz tersebut. Hakikat niat adalah maksud di dalam hati.

Dalam pengertian fikih yang kuat dan banyak digunakan di Indonesia, tahajud dikerjakan setelah tidur pada malam hari, setelah salat Isya dan sebelum Subuh. Salat malam dilakukan dua rakaat-dua rakaat, dan seseorang dapat menambah rakaat sesuai kemampuannya. Sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah.

(dag/dag)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *