Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Sebelumnya, Sugiono memimpin Kementerian Luar Negeri (Kemlu) selama hampir dua tahun sejak 21 Oktober 2024.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Sugiono saat mengucapkan sumpah jabatan.
Menteri Luar Negeri Sugiono dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir tiba di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Menteri Luar Negeri Sugiono dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir tiba di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
|
Selama menjabat, Kemenlu merepatriasi lebih dari 27 ribu WNI yang berada dalam kondisi terancam. Di antaranya 1.200 WNI yang terjaring kasus online scam di Myanmar, sembilan aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditangkap Israel, serta lebih dari 8.000 WNI dari Kamboja, termasuk memulangkan sejumlah WNI yang terdampak konflik di Iran.
Di tingkat multilateral, Indonesia dipercaya menjadi Presiden Dewan HAM PBB pada 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah, serta terpilih sebagai anggota United Nations Board of Auditors periode 2026-2032. Indonesia juga resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025.
Pada September 2026, Sugiono mewakili Prabowo dalam Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York dan menyampaikan posisi Indonesia terkait Palestina, multilateralisme, reformasi PBB, serta ketahanan kawasan. Selama menjabat, Kemenlu juga aktif dalam sejumlah kesepakatan perdagangan, termasuk Indonesia-European Union CEPA, Indonesia-Canada CEPA, Indonesia-Peru CEPA, Indonesia-Chile CEPA, Indonesia-Eurasian Economic Union FTA, serta sejumlah perjanjian perdagangan preferensial dengan Iran, Mauritius dan Tunisia.
(tfa/sef)

Leave a comment