Warga Taiz, Yaman, mengantre berjam-jam untuk mendapatkan gas di tengah kelangkaan bahan bakar dan pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi.
Warga Taiz, Yaman, mengantre berjam-jam untuk mendapatkan gas di tengah kelangkaan bahan bakar dan pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi.

Warga membawa tabung gas untuk mengisi ulang di tengah kelangkaan pasokan di Taiz, Yaman, Senin (5/10/2026). Antrean berlangsung selama berjam-jam akibat keterbatasan bahan bakar di tengah pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan pejuang Houthi yang bersekutu dengan Iran. (REUTERS/Stringer)

Nampak warga menunggu di luar stasiun pengisian gas cair Al-Hamdi di Distrik Al-Mudhaffar. Deretan tabung gas tampak berjajar di sepanjang jalan. Stasiun tersebut berada di dekat Jabal Han, wilayah yang dilaporkan memiliki situasi keamanan tegang dan kerap terjadi baku tembak. (REUTERS/Stringer)

Seorang warga, Shehab Hazaa, mengatakan dirinya telah mengantre sejak pukul 06.00 waktu setempat. Ia menyebut kondisi tersebut telah menjadi keseharian warga Taiz dan penderitaan masyarakat terus berlangsung. (REUTERS/Stringer)

Warga lainnya, Ali Mahyoub, mengaku sudah mengantre sejak pukul 04.00 waktu setempat hanya untuk mendapatkan setengah tabung gas. Menurutnya, akses jalan terputus, pasokan bensin tidak tersedia, sementara harga bahan pangan melonjak. (REUTERS/Stringer)

Pertempuran di sejumlah garis depan Yaman telah berlangsung berminggu-minggu, dengan bentrokan sengit di wilayah barat daya, termasuk pesisir dekat selat dan perbukitan Taiz. Kota terbesar ketiga Yaman ini dihuni lebih dari 500 ribu orang dan menjadi basis ribuan pasukan pemerintah. Taiz juga berada di garis depan sejak awal perang saudara dan kerap diserang Houthi. (REUTERS/Stringer)
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident
Leave a comment