
Jakarta, CNBC Indonesia – Mantan kepala intelijen Jerman, Bundesnachrichtendienst (BND), August Hanning, ditangkap. Ia dituduh melakukan spionase dan pengkhianatan.
Kasus ini terjadi di tengah tuduhan bahwa ia merekrut mantan kepala badan intelijen Israel, Mossad, untuk melakukan penculikan anak. Hanning sendiri memimpin BND dari tahun 1998 hingga 2005.
Mengutip RT, Rabu (7/10/2026), penangkapan dilakukan Selasa waktu setempat. Kala itu, ia bersama mantan ajudannya di badan tersebut, yang diidentifikasi oleh jaksa sebagai ‘Manfred D’.
Hanning dituduh membeli rahasia negara dari Manfred D, yang tetap bekerja di BND setelah Hanning hengkang dan melayani beberapa penerusnya. Menurut keterangan jaksa, Hanning memperoleh hampir 2.000 dokumen BND antara tahun 2010 dan 2022, yang ia manfaatkan dalam pekerjaannya sebagai konsultan keamanan swasta.
“Hanning diduga menggunakan materi BND untuk menyusun laporan analisis bagi seorang pegawai badan intelijen asing,” tulis halaman itu.
“Ia juga dituduh menjalin hubungan erat dengan perwakilan badan intelijen asing lainnya, yang kepadanya ia meneruskan informasi yang diperoleh Manfred D selama beberapa tahun,” tambah pernyataan jaksa.
Kaitan dengan Mossad
Kasus spionase ini kabarnya didasarkan pada bukti yang ditemukan di kediaman Hanning di Hamburg, yang digeledah oleh polisi setempat pada September 2025. Penggeledahan terkait penyelidikan terpisah yang melibatkan pengusaha wanita Christina Block.
Block, pewaris grup restoran steak Block House Jerman, berada di pusat sengketa hak asuh anak yang menyita perhatian publik dan saat ini sedang diadili atas tuduhan penculikan. Jaksa menduga bahwa ia menyewa perusahaan keamanan swasta milik Hanning, System 360, serta mantan petugas kepolisian kriminal negara bagian, Thorsten Mehles, untuk menculik dua anak bungsunya dari rumah ayah mereka di Denmark dan membawa mereka kembali ke Jerman.
Sayangnya, upaya yang dilakukan System360 dan Mehles gagal. Hanning kemudian diduga melimpahkan tugas tersebut kepada Yaakov Perry, mantan kepala badan intelijen domestik Israel, Shin Bet.
Perry, yang kini menjalankan perusahaan intelijen swasta bernama CGI Group, membentuk tim yang menyerang mantan suami Block dan menculik anak-anak tersebut. Mantan suami Block, Stefan Hansel, mengklaim bahwa Hanning juga merekrut mantan kepala Mossad, Danny Yatom, untuk ambil bagian dalam operasi itu.
Saat dimintai tanggapan mengenai klaim ini oleh media Israel, Yatom mengatakan bahwa ia mengenal Hanning pada akhir tahun 1980-an. Namun ia mengakui tidak memiliki kaitan dengan kasus ini.
Tetapi, saat berbicara kepada media Israel pada tahun 2021, Hanning mengatakan bahwa ia menjalin hubungan kerja yang sangat erat, bahkan persahabatan dengan Yatom. Ia juga mengaku hubungan dengan pejabat Mossad lainnya jauh setelah ia meninggalkan BND.
(sef/sef)
Leave a comment