Home Finance Ini 10 Produsen Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Dunia
Finance

Ini 10 Produsen Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Dunia

Share
Ini 10 Produsen Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Dunia
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia memperluas kiprahnya dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global. Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Agenda tersebut dibarengi peluncuran 11 proyek industri dengan total investasi US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. REPT Battero Indonesia menjadi salah satu dari empat proyek yang memasuki tahap komersial, sementara tujuh proyek lainnya memulai pembangunan.

Siapa Pemain Batu Baterai EV Tingkat Global?

Di pasar global, perusahaan China masih mendominasi industri baterai kendaraan listrik.

Berdasarkan data SNE Research yang dirilis pada 2 Oktober 2026, penggunaan baterai kendaraan listrik sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 844,2 gigawatt-hour (GWh), naik 19,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemeringkatan SNE mengukur total energi baterai yang terpasang pada kendaraan yang diregistrasikan selama periode tersebut di 80 negara. Cakupannya meliputi kendaraan listrik murni, plug-in hybrid, dan hybrid.




Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, 8 Oktober 2026. (Tangkapan layar youtube Setres RI)Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, 8 Oktober 2026. (Tangkapan layar youtube Setres RI) Foto: Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, 8 Oktober 2026. (Tangkapan layar youtube Setres RI)

Dengan demikian, angka ini merupakan ukuran penggunaan baterai di pasar kendaraan, berbeda dari total produksi pabrik maupun kapasitas produksi tahunan.

Berikut 10 produsen baterai kendaraan listrik terbesar berdasarkan penggunaan baterainya pada Januari-Agustus 2026:


CATL berada jauh di depan dengan penggunaan baterai 333 GWh, tumbuh 25,2% secara tahunan. Perusahaan tersebut menguasai hampir empat dari setiap 10 GWh baterai yang terpasang pada kendaraan dalam cakupan penghitungan SNE.

BYD menyusul dengan 127,9 GWh dan pangsa pasar 15,1%. Sementara itu, LG Energy Solution menempati posisi ketiga dengan penggunaan baterai 68,3 GWh.

Dominasi China terlihat dari tujuh perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut. Secara bersama, ketujuhnya menguasai 73,3% pasar global. Tiga posisi lainnya ditempati dua perusahaan Korea Selatan dan satu perusahaan Jepang.

REPT Battero, yang memiliki basis manufaktur di Indonesia, berada di posisi kesepuluh. Penggunaan baterainya mencapai 20,3 GWh, melonjak 126,3% secara tahunan, menjadi pertumbuhan tertinggi di antara 10 perusahaan dalam daftar.

Angka tersebut mencerminkan penggunaan baterai grup REPT secara global. Karena itu, angka 20,3 GWh tidak dapat dianggap sebagai produksi atau ekspor dari fasilitas perusahaan di Indonesia.

Dalam laporan semester I 2026, REPT menyebut rencana kapasitas tahunan tahap pertama pabrik Indonesianya sebesar 8 GWh untuk baterai kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, dan produk terkait. Angka kapasitas ini menunjukkan skala fasilitas yang direncanakan, bukan realisasi produksi.

Ekspor dari IWIP menambah jejak Indonesia dalam industri baterai global. Sebelumnya, pada Mei 2025, perwakilan HLI Green Power di Karawang telah menyampaikan bahwa perusahaan mengekspor sel baterai ke Korea Selatan dan India. Istilah ekspor perdana dalam agenda terbaru tersebut perlu dipahami dalam konteks kegiatan di IWIP.

–

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *