Home Finance Ada Proyek Rp180 T, Kawasan Industri Ini Serap 117.000 Tenaga Kerja
Finance

Ada Proyek Rp180 T, Kawasan Industri Ini Serap 117.000 Tenaga Kerja

Share
Ada Proyek Rp180 T, Kawasan Industri Ini Serap 117.000 Tenaga Kerja
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat pengoperasian dan pengembangan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, akan menyerap total 117.000 tenaga kerja.

Penyerapan lapangan kerja tersebut seiring dengan peluncuran 11 proyek strategis senilai US$ 10,2 miliar atau sekitar Rp 180 triliun yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada hari ini, Kamis (8/10/2026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan bahwa tambahan investasi baru akan meningkatkan akumulasi nilai investasi kawasan industri terpadu tersebut sejak tahun 2018.

Dari proyek Rp 180 triliun tersebut, empat proyek senilai US$ 3,4 miliar atau Rp 60 triliun sudah selesai dibangun dan beroperasi, bahkan sudah tahap komersialisasi dan ekspor.

Sementara tujuh proyek hilirisasi senilai US$ 6,8 miliar mulai diresmikan proses pembangunannya alias groundbreaking. Dengan tambahan investasi sebesar US$ 6,8 miliar tersebut, artinya meningkatkan total akumulasi investasi di kawasan IWIP ini menjadi sekitar US$ 27 miliar dari sebelumnya sudah mencapai US$ 20 miliar.

“Dan kawasan industri ini memang sejak 2018 dan telah menyerap investasi US$ 20 miliar, Bapak Presiden. Dengan US$ 7 miliar yang baru akan menjadi US$ 27 miliar total dengan penyerapan tenaga kerja total 117.000 tenaga kerja di kawasan ini, Bapak Presiden,” lapor Rosan di hadapan Presiden Prabowo dalam acara Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

“Dan akan tercipta lebih dari 10.000 lapangan pekerjaan dari 10 proyek tersebut, Bapak Presiden,” imbuhnya.

Peluncuran rangkaian proyek baru di kawasan industri seluas 3.000 hektar tersebut mencakup fasilitas pemrosesan material baterai berbasis nikel, pabrik separator baterai kendaraan listrik, produksi aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik, hingga photovoltaic glass untuk industri energi surya.

“Jadi ini akan menjadikan ekosistem secara menyeluruh sudah ada di sini, kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik. Dan tentunya seperti yang Bapak sampaikan, hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi,” tandasnya.

Profil IWIP

Melansir laman resminya, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) merupakan Kawasan Industri terpadu untuk pengolahan logam berat yang berlokasi di Desa Lelilef, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Berdiri sejak 30 Agustus 2018, kawasan industri tersebut ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunan dan pengembangannya dikelola oleh konsorsium investor global seperti Tsingshan Holding Group, Huayou Cobalt, dan Zhenshi Holding Group.

Fokus operasional utama IWIP adalah memfasilitasi proses pemurnian nikel dari hulu ke hilir.

Kawasan tersebut mengoperasikan smelter berbasis Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) yang bijih nikel tipe saprolit menjadi Nickel Pig Iron (NPI) dan feronikel, serta memanfaatkan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) untuk memproses nikel kadar rendah (limonit) menjadi material aktif pendukung ekosistem baterai kendaraan listrik.

Kawasan industri yang memiliki luas kawasan industri sekitar 3.000 hektar tersebut memiliki berbagai fasilitas pendukung mandiri yang terintegrasi.

Fasilitas tersebut mencakup pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) kawasan berkapasitas besar, dermaga pelabuhan (jetty) khusus logistik yang mampu menampung kapal berbobot hingga 100.000 DWT, pergudangan, pusat riset, serta kompleks akomodasi pekerja.

(wia)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *