Home Finance Ada Ribut-Ribut Baru, Korea Selatan Tarik Dubesnya dari Ukraina
Finance

Ada Ribut-Ribut Baru, Korea Selatan Tarik Dubesnya dari Ukraina

Share
Ada Ribut-Ribut Baru, Korea Selatan Tarik Dubesnya dari Ukraina
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Korea Selatan menarik duta besarnya dari Ukraina di tengah memburuknya hubungan diplomatik kedua negara. Perselisihan dipicu pengumuman Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenai rencana pemindahan dua tawanan perang asal Korea Utara ke Seoul.

Melansir RT, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Kamis (8/10/2026) menyatakan Duta Besar Park Ki-chang akan meninggalkan Kyiv dan kembali ke negaranya. Pemerintah Seoul berharap perselisihan tersebut dapat diselesaikan secara damai dan menyatakan akan terus berkonsultasi dengan Ukraina untuk mencari jalan keluar.

Ketegangan mencuat setelah Zelensky mengungkapkan pemindahan dua personel militer Korea Utara ke Korea Selatan dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pada September. Seoul menilai kesepakatan pemindahan itu seharusnya dirahasiakan, tetapi pemerintah Ukraina membantah adanya persyaratan kerahasiaan tersebut.

Kedua personel militer Korea Utara itu dilaporkan ditangkap pada Januari 2025 di wilayah Kursk, Rusia. Saat itu, pasukan Korea Utara membantu militer Rusia menghadapi serangan lintas batas yang dilancarkan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha sebelumnya berupaya meredakan ketegangan dengan menyebut insiden tersebut sebagai “kesalahpahaman diplomatik”. Ia juga menyatakan tengah berupaya menyelesaikan persoalan dengan pemerintah Korea Selatan.

Namun, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung memperingatkan bahwa Seoul dapat mengambil tindakan tambahan jika Kyiv tidak mengakui fakta dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dalam unggahan di X, Lee menyebut persoalan kerahasiaan tersebut menyangkut “martabat rakyat dan bangsa Korea Selatan, yang tidak dapat diabaikan begitu saja”.

Lee juga menuduh pemerintahan Zelensky berupaya “membawa perang ke Semenanjung Korea” melalui tindakannya. Hingga laporan sumber ini disusun, Korea Utara belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pemindahan kedua personel militernya.

Perselisihan ini berpotensi menambah ketegangan di kawasan Asia Timur, mengingat Korea Selatan dan Korea Utara secara teknis masih berada dalam keadaan perang setelah konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Sementara itu, Seoul telah memberikan bantuan kemanusiaan dan keuangan kepada Ukraina sejak 2022, termasuk menjanjikan tambahan US$100 juta atau sekitar Rp1,78 triliun pada Juli, tetapi belum memasok senjata secara langsung.

(tfa/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *