Home Finance Gen Z Mulai Tinggalkan WhatsApp-Telegram, Chat Pakai Cara Baru
Finance

Gen Z Mulai Tinggalkan WhatsApp-Telegram, Chat Pakai Cara Baru

Share
Gen Z Mulai Tinggalkan WhatsApp-Telegram, Chat Pakai Cara Baru
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kebiasaan berkomunikasi generasi muda kini berbalik arah. Di tengah dominasi WhatsApp dan Telegram yang mengutamakan kecepatan, Gen Z justru beralih ke cara pengiriman pesan yang sengaja dibuat lambat. Tren ini menunjukkan adanya kejenuhan terhadap tuntutan untuk selalu merespons seketika, dikutip Kamis (9/10/2026).

Aplikasi yang kini digemari antara lain Carrier Pidge dan Roost. Alih-alih masuk seketika, chat dikirim melalui animasi burung merpati yang terbang menuju penerima dengan kecepatan rata-rata 177 km per jam. Ada beberapa fitur unik di kedua aplikasi:

  • Pesan jarak dekat bisa tiba dalam hitungan menit
  • Pengiriman lintas benua butuh waktu berjam-jam
  • Ada kemungkinan kecil, sekitar 0,2%, pesan “tersesat” dan tidak sampai

Saat mengirim, pengguna dapat melihat perjalanan burung tersebut di peta secara langsung. Proses menunggu ini justru menjadi daya tarik utama – mengubah pengiriman pesan menjadi pengalaman yang lebih bermakna, bukan sekadar ketukan jari di layar.

Carrier Pidge dibuat oleh pengembang bernama Noah Iarrobino hanya dalam waktu tiga minggu. Ia sendiri menyebut aplikasinya “tidak berguna” dan “tidak praktis”, namun justru itulah yang membuatnya diminati. Sementara itu, Roost dilaporkan mengumpulkan sekitar 300.000 pengguna dalam beberapa minggu saja setelah diluncurkan.

Tren ini muncul karena Gen Z merasa tertekan dengan ekspektasi membalas pesan secepatnya. Dengan sistem yang lambat, pengirim lebih berhati-hati menyusun kata, dan penerima tidak merasa terbebani untuk membalas seketika.

Saat ini aplikasi tersebut belum terlalu dikenal secara luas di Indonesia. Namun pergeseran pola ini menjadi sinyal menarik. Orang mulai mencari cara berkomunikasi yang lebih tenang, tidak didesak oleh kecepatan.

Bukan berarti WhatsApp dan Telegram ditinggalkan sepenuhnya, tetapi generasi muda kini punya pilihan lain merasakan pengalaman kakek-neneknya berkomunikasi jarak jauh.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *