
Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan (APPI), Ristiawan Suherman menyebutkan di tengah terbatasany outstanding pembiayaan multifinance yang hanya sebesar 1,68% menjadi Rp 514,08 Triliun per Agustus 2026, pelaku usaha memastikan kualitas aset dan risiko kredit tetap terjaga.
Hal ini sejalan dengan dukungan otoritas salah satunya terkait layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang membantu leasing mengidentifikasi calon nasabah sehingga perusahaan pembiayaan bisa menjaga tingkat prudential dan menyalurkan kredit ke nasabah dengan risiko yang rendah.
Di tengah tantangan 2026, Multifinance optimistis terhadap prospek bisnis leasing di Indonesia sejalan dengan masih besarnya potensi pasar dalam negeri khususnya sektor otomotif dan kendaraan listrik.
Seperti apa strategi bisnis multifinance memacu bisnis hadapi tantangan bisnis? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance & Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan (APPI), Ristiawan Suherman dalam Power Lunch, CNBC (Selasa, 06/10/2026)
Leave a comment