Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menandatangani Surat Edaran bersama tentang pengelolaan sarana dan prasarana, serta ketenagaan penyuluhan pertanian dalam rangka swasembada pangan berkelanjutan.
Surat Edaran Bersama Menteri Pertanian RI dan Menteri Dalam Negeri RI No disepakati tentang pengelolaan sarana dan prasarana, serta ketenagaan penyuluhan pertanian dalam rangka swasembada pangan berkelanjutan melalui penguatan sistem penyuluhan pertanian.
Mendagri Tito menjelaskan latar belakang terbitnya SEB ini adalah sebagai upaya mencapai dan melanjutkan swasembada pangan. Tugas tersebut utamanya diemban oleh Mentan Amran, di mana dalam pelaksanaannya disebutkan Tito memerlukan tenaga lapangan.
Tito mengatakan bahwa selama ini, Amran bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang di bawah naungan Kemendagri melalui Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Namun di lapangan, ditemukan sarana dan prasarana yang menunjang operasional PPL dalam rangka mencapai swasembada pangan tersebut banyak yang tidak layak.
Karena itu, kedua bersepakat untuk membuat SEB di mana salah satu poinnya adalah sarana dan prasarana PPL yang rusak atau tidak layak diambil alih oleh Kementan untuk diperbaiki dari kewenangan daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menandatangani Surat Edaran bersama tentang pengelolaan sarana dan prasarana, serta ketenagaan penyuluhan pertanian dalam rangka swasembada pangan berkelanjutan di Jakarta, Senin (12/10/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto Serin) Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menandatangani Surat Edaran bersama tentang pengelolaan sarana dan prasarana, serta ketenagaan penyuluhan pertanian dalam rangka swasembada pangan berkelanjutan di Jakarta, Senin (12/10/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto Serin)
|
“Oleh karena itulah, kemudian kami bersepakat setelah berdiskusi panjang atas arahan Bapak Presiden juga, kemudian itu adalah sarana prasarana untuk penyuluhan pertanian yang banyak sekali rusak. Rusak tidak diuruskan oleh daerah, diambil oleh beliau (Amran) untuk diperbaiki,”ujar Tito kepada awak media di Kantor Kemendagri, Jakarta pada Senin (12/10/2026).
Selain itu, Tito juga menjelaskan nantinya PPL akan terintegrasi langsung ke Kementan, sehingga kebijakan dalam rangka swasembada bisa dieksekusi secara optimal di lapangan.
“Demikian juga penyuluh pertanian ini memiliki jalur langsung Kepada Bapak Menteri Pertanian, sehingga Bapak Menteri Pertanian bisa langsung punya eksekutor di lapangan,” tutur Tito.
Di sisi lain, Amran merasa sangat terbantu dengan adanya SEB tersebut dalam rangka pengadaan sumber daya manusia di lapangan. Amran mengatakan bahwa kewenangan PPL yang sedianya ada di daerah, kemudian diambil alih pusat agar kebijakan di pusat bisa dieksekusi dengan cepat karena memiliki tanggung jawab yang besar.
“Regulasi kita sudah perbaiki PPL ditarik ke pusat. Tujuannya apa? Agar kebijakan pusat bisa dieksekusi dengan cepat dan seluruh bantuan pusat yang totalnya Rp30 triliun dari kementerian. Kalau dengan irigasi semua total pangan itu Rp144 triliun bantuan ke lapangan ke sektor pertanian Iirigasi, pupuk, traktor dan seterusnya. Ini harus dikawal oleh PPL,” kata Amran.
Amran berharap dengan SEB ini, perbaikan sarana dan prasarana penunjang PPL bisa selesar tahun depan, sehingga kinerja lapangan bisa lebih optimal.
“Tapi untuk sementara kami langsung refocusing anggaran biaya tahun ini. Kalau bisa 2 bulan selesai yang tadi Ini rusak berat, kita perbaiki. Kemudian insyaallah tahun depan sudah selesai semuanya Ini untuk tempatnya PPL Bernau, ini bocor Sudah bocor atapnya macam-macam pusat,” ujar Amran.
Amran turut mensyukuri pencapaian swasembada beras pada tahun lalu dan memastikan akan berlanjut pada 2026.
“Nah sekarang sudah bagus hasilnya adalah 4 tahun Perintah Bapak Presiden Alhamdulillah 1 tahun selesai. Ini 2026 dan insyaallah berkelanjutan. Ini kan tinggal 2 bulan lebih jadi suasana pangan kita berkelanjutan, stok kita masih banyak,” tutup Amran.
(ras/wur)

Leave a comment