
Jakarta, CNBC Indonesia – Gangguan penerbangan di Arab Saudi semakin parah setelah negara tersebut diserang rudal oleh kelompok pemberontak Houthi Yaman. Hampir 1.500 penerbangan tercatat dibatalkan di sejumlah bandara utama Arab Saudi dalam dua hari, yang ikut memengaruhi jemaah umrah.
Data Flightradar24 yang ditinjau Gulf Business pada Senin (12/10) sekitar pukul 05.30 waktu setempat menunjukkan ratusan pembatalan di tiga bandara tersibuk Arab Saudi, yakni Riyadh, Jeddah, dan Dammam.
Melansir Gulf Business, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh mencatat 436 pembatalan penerbangan, setara dengan 64 persen dari jadwal penerbangan. Sementara itu, Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah membatalkan 115 penerbangan atau 15 persen dari total layanan. Adapun Bandara Internasional King Fahd di Dammam mencatat 63 pembatalan, setara dengan 27 persen dari jadwal penerbangannya.
Angka tersebut melanjutkan gangguan besar yang terjadi sehari sebelumnya. Pada Minggu, Riyadh mencatat 655 pembatalan penerbangan atau sekitar 98 persen dari jadwal yang direncanakan.
Di Jeddah, sebanyak 158 penerbangan dibatalkan dan 393 lainnya mengalami penundaan. Sementara itu, Dammam mencatat 58 pembatalan dan 115 penundaan penerbangan.
Secara keseluruhan, data pelacakan menunjukkan 871 catatan pembatalan pada Minggu dan 614 lainnya pada Senin di ketiga bandara tersebut. Namun, angka ini dapat mencakup penerbangan yang sama dalam rute penghubung antarketiga bandara sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan jumlah penerbangan unik yang dibatalkan.
Gangguan tersebut terjadi setelah operasional bandara sempat ditangguhkan sementara menyusul serangan pada Sabtu yang menimbulkan korban jiwa dan ratusan orang terluka.
Jemaah Umrah dan Penumpang Asing Terlantar
Dampak gangguan penerbangan turut dirasakan oleh jemaah umrah yang hendak melakukan perjalanan ke Tanah Suci maupun kembali ke negara asal mereka.
Rekaman yang disiarkan televisi pemerintah Saudi memperlihatkan puluhan jemaah bersiap menaiki pesawat di bandara Riyadh pada Sabtu. Namun, sebuah serangan memicu kepanikan di dalam terminal dan mengganggu aktivitas penerbangan.
Kementerian Kesejahteraan Ekspatriat Bangladesh menyatakan sekitar 500 penumpang asal Bangladesh terlantar di Riyadh akibat serangan tersebut.
Bandara Riyadh dilaporkan mengalami serangan berulang dalam beberapa hari terakhir. Serangan pada Sabtu disebut menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Sementara itu, serangan lanjutan pada Minggu menghantam Terminal 4, menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya, menurut otoritas penerbangan Saudi.
Bandara Dammam juga menjadi sasaran serangan pada Minggu malam. Otoritas setempat menyatakan penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan sedang dilakukan.
Serangkaian insiden tersebut menambah tekanan terhadap operasional penerbangan di Arab Saudi, sekaligus memperbesar ketidakpastian bagi penumpang yang bergantung pada layanan udara untuk perjalanan internasional maupun keagamaan.
Pembatalan Penerbangan Diperpanjang
Gangguan tidak hanya berdampak pada penerbangan domestik Arab Saudi, tetapi juga meluas ke jaringan penerbangan internasional, termasuk rute yang menghubungkan kerajaan tersebut dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Etihad Airways mencantumkan pembatalan sejumlah penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh, Jeddah, serta Dammam hingga Selasa, 13 Oktober. Emirates juga membatalkan penerbangan tertentu antara Dubai dan sejumlah destinasi di Arab Saudi.
Sementara itu, flydubai memperpanjang pembatalan penerbangan pada rute Riyadh hingga 14 Oktober.
Untuk membantu warga yang terdampak, Konsulat Arab Saudi di Dubai menyediakan layanan bus bagi warga negara Saudi yang terlantar di UEA akibat pembatalan penerbangan.
Sejumlah maskapai internasional lainnya turut menyesuaikan jadwal operasional. Lufthansa Group sebelumnya mengumumkan penangguhan penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober, sedangkan beberapa maskapai penerbangan India juga membatalkan layanan mereka.
FAA Keluarkan Imbauan Keselamatan
Di tengah meningkatnya risiko keamanan, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat mengeluarkan imbauan keselamatan bagi operator penerbangan AS yang terbang menuju atau melintasi wilayah udara Arab Saudi.
Imbauan tersebut meminta operator meningkatkan kewaspadaan dengan mempertimbangkan aktivitas militer dan potensi gangguan terhadap sistem navigasi. Ketentuan itu berlaku hingga 10 Desember.
Situasi ini menunjukkan bahwa dampak serangan telah meluas melampaui lokasi kejadian, memengaruhi operasional bandara, jadwal maskapai internasional, serta perjalanan ribuan penumpang.
Bagi jemaah umrah dan penumpang internasional, pembatalan dan penundaan penerbangan membuat perjalanan semakin tidak menentu. Penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan atau kepulangan dalam periode tersebut perlu memeriksa informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara.
(hsy/hsy)
Leave a comment