Home Finance Arab Saudi Tolak Bantuan Militer Israel untuk Perangi Houthi
Finance

Arab Saudi Tolak Bantuan Militer Israel untuk Perangi Houthi

Share
Arab Saudi Tolak Bantuan Militer Israel untuk Perangi Houthi
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menolak tawaran Israel untuk bergabung dalam operasi militer melawan kelompok Houthi di Yaman. Penolakan itu tetap dilakukan meski Israel berupaya mendapatkan persetujuan Riyadh melalui mediasi Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan surat kabar Israel, Haaretz, mengutip sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, Mohammed bin Salman (MBS) tidak tertarik menerima bantuan militer Israel. Ia disebut khawatir kerja sama dengan Israel dapat memicu reaksi negatif dari masyarakat Arab Saudi.

Sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Israel berharap kolaborasi militer dengan Arab Saudi dapat mempererat hubungan bilateral kedua negara sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan normalisasi hubungan pada masa mendatang.

Arab Saudi selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Riyadh juga berulang kali menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel bergantung pada penyelesaian persoalan Palestina, termasuk pembentukan negara Palestina.

Laporan Haaretz pada Senin (12/10/2026) itu muncul di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi. Serangan berulang yang menyasar bandara dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa serta mengganggu operasional penerbangan.

Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu menewaskan 13 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang lainnya terluka.

Sehari kemudian, bandara yang sama kembali menjadi sasaran serangan. Menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi, insiden pada Minggu tersebut menewaskan seorang warga Pakistan yang tinggal di Arab Saudi dan melukai 11 orang lainnya.

Peningkatan serangan ini terjadi setelah situasi relatif tenang selama beberapa waktu. Kondisi tersebut sebelumnya tercipta menyusul berlakunya gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada April 2022.

Yaman sendiri telah dilanda perang sejak September 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya. Pada Maret 2015, koalisi militer pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *